Aksi SPI Asahan, Tuntut Penghentian Intimidasi

ASAHAN. Ratusan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Asahan melakukan aksi unjuk rasa ke Kantor Kepolisian Sektor Pulau Rakyat pada Selasa dan Rabu lalu (06-07/08). Aksi yang langsung dipimpin oleh Ketua DPC SPI Asahan ini menuntut agar pihak aparat keamanan dalam hal ini kepolisian sektor Pulau Rakyat menghentikan tindak intimidasi terhadap petani yang sedang berjuang mempertahankan hak nya atas tanah.

Tuntutan ini secara gamblang disampaikan oleh peserta aksi mengingat selama ini mereka merasa diintimidasi oleh pihak kepolisian sektor Pulau Rakyat. Intimidasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian ini berupa dikeluarkannya surat pemanggilan kepada petani yang terkesan terlalu dibuat-buat dan berlangsung secara terus-menerus.

”Selama bulan Ramadhan kemarin, setiap hari anggota basis mendapatkan surat pemanggilan dari pihak kepolisian sektor Pulau Rakyat. Tetapi surat tersebut tidak jelas. Sebagai contoh, ada surat pemanggilan yang tidak memakai kop surat, tidak dijelaskan alasan pemanggilan, serta tidak dijelaskan siapa yang melakukan pelaporan” tegas Zubaidah, Ketua DPC SPI Asahan. Petani anggota SPI Kabupaten Asahan yang sering mendapatkan intimidasi yaitu petani anggota Basis Bangun, Basis Padang Mahondang, Basis Persatuan dan Basis Sukarame. Keempat basis ini sedang berjuang mempertahankan lahan mereka yang dikuasai oleh para pengusaha.

Selain menuntut agar pihak Kepolisian Sektor Pulau Rakyat untuk menghentikan segala tindak intimidasi terhadap petani, massa aksi juga menuntut agar Kapolsek Pulau Rakyat dipindahkan dan Kepala Desa Bangun, Padang Mahondang, serta Persatuan dipecat karena massa petani mengangga bahwa kepala desa di Desa Bangun, Padang Mahondang dan Persatuan selalu berpihak kepada pengusaha tanpa mempedulikan nasib warganya.

Dari dua hari aksi berturut-turut yang dilakukan, ternyata tidak membuahkan hasil, maka Pengurus DPC SPI Asaha akan melakukan audiensi dengan Kapolres Asahan pada tanggal 14 September 2011 mendatang dengan mengajukan tuntutan yang sama.