Berita Foto: Aksi SPI Tolak Impor Kentang

JAKARTA. Dua ribuan petani kentang yang berasal dari Dataran Tinggi Dieng melakukan aksi menolak impor kentang di Jakarta, mulai tadi pagi (12/10). Aksi dimulai dengan melakukan long march dari mesjid Istiqlal menuju gedung Kementerian Perdagangan, Istana Negara RI, gedung DPR-MPR RI, dan ditutup dengan berdialog dengan Menteri Pertanian di kediamannya di bilangan Senayan, Jakarta.

Aksi didasari karena adanya impor kentang dari Cina dan Bangladesh yang mengakibatkan jatuhnya harga kentang lokal, karena kentang impor dijual pada kisaran harga Rp 2.500/kg, sedangkan harga kentang lokal minimal harus dijual seharga Rp 4.000/kg sehingga petani lokal mendapatkan keuntungan.

Massa aksi hanya diterima oleh perwakilan Menteri Perdagangan (Mendag), sehingga para petani yang sudah menempuh perjalanan selama lebih dari 12 jam dari Dieng merasa sangat kecewa. Belum lagi argumentasi perwakilan Mendag yang berbelit-belit dan terkesan buang badan dari kebijakan importasi kentang.

Massa kemudian bergerak ke arah Istana Negara RI di bilangan Medan Merdeka Utara. Setelah menyampaikan tuntutannya massa beranjak ke gedung DPR-MPR RI. Perwakilan massa petani diterima oleh Ketua Komisi IV DPR-RI M. Romahurmuzy, Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Anna Mu’awanah, dan Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Firman Soebagyo.

Komisi IV DPR-RI berjanji akan memanggil Menteri Perdagangan setelah melakukan koordinasi dengan Komisi VI DPR RI, karena sudah amat banyak kebijakan dari Departemen Perdagangan yang menyengsarakan rakyat kecil.

Menjelang maghrib, perwakilan massa petani diterima oleh Menteri Pertanian, Suswono di kediamannya.

ARTIKEL TERKAIT
Pupuk Buah Cair Untuk Tingkatkan Produksi
Aksi SPI Tuntut ASEAN Lebih Berdaulat
Petani Gugat Janji Tanah dan Tangkap Kartel Pangan Petani Gugat Janji Tanah dan Tangkap Kartel Pangan
Reforma Agraria Untuk Kesejahteraan Petani, Refleksi Memperi...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU