Kedai Kopi Koperasi Resmi Buka di Jakarta

JAKARTA. Berangkat dari sebuah cita-cita untuk membangun poros ekonomi yang dipimpin oleh petani melalui kolektifitas dan kekeluargaan, Kedai Kopi Koperasi didirikan sebagai kanal berikutnya. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, Kedai Kopi Koperasi ini adalah unit usaha dari Koperasi Petani Indonesia (KPI) Nasional, koperasinya SPI.

“Ini adalah kedai kopi berbasis koperasi SPI yang keempat. Sebelumnya sudah ada di kota Medan dan Padang Lawas di Sumatera Utara, dan di Padang, Sumatera Barat,” kata Henry saat malam pembukaan perdana kedai kopi ini, Jum’at, 1 November 2019.

Suasana pembukaan kedai kopi koperasi

Henry menjelaskan, semua yang terlibat dalam kedai kopi ini tergabung dalam KPI Nasional, mulai dari para penyeduh kopi, hingga petani yang kopinya dijual di sini.

“Kita tunjukkan semangat berkoperasi itu di sini yang jadi landasan ekonomi kerakyatan yang didengungkan oleh para pendiri bangsa ini, bersama sejahtera melalui koperasi, berdaulat ekonomi kita melalui koperasi,” kata Henry.

Wahyudi Rakib dari Departemen Koperasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI menyampaikan, kedai kopi ini dikelola secara profesional dimana kedai dipimpin oleh seorang manajer yang bertanggung jawab langsung ke pengurus KPIN.

“Pengelolanya adalah anak-anak muda yang juga berkoperasi,” kata Wahyudi.

Wahyudi melanjutkan, kedai kopi ini buka tiap hari mulai pukul dua siang hingga sekitar pukul 10 malam.

“Tutup hanya hari Selasa,” lanjutnya.

Fajar Angga Kusuma, manajer Kedai Kopi Koperasi menerangkan menu-menu yang dijual di sana didominasi oleh olahan kopi, mulai yang seduh manual hingga yang berbasis espresso.

“Biji kopinya dari Bengkulu, NTT, Sumatera Barat hingga Banten. Untuk makanan ringannya juga ada seperti omelette, dan lainnya,” katanya.

Martinus Sinani, petani SPI yang kopinya dijual di Kedai Kopi Koperasi

Fajar menambahkan, menu-menu yang dijual di sini menggunakan beberapa istilah dari koperasi, seperti “kopi susu SHU” dimana SHU-nya diambil dari istilah Sisa Hasil Usaha yang umum dipakai dalam kegiatan koperasi.

“Kopi susu SHU ini pakai sirup pandan, espresso, susu segar, hingga aren. Ada juga “Es Kopi 12″ yang 12-nya diambil dari Hari Koperasi di Indonesia yang komposisinya pakai espresso, soda, lemon, dan gula aren,” jelasnya.

“Jadi silahkan langsung merapat ke Jalan Mampang Prapatan XIV No.5 Jakarta Selatan ya,” tutupnya.