Kekeringan Jangan Dijadikan Alasan Impor Pangan

diskusi_kekeringan

JAKARTA. Ketika sekarang kekeringan, janganlah dijadikan alasan untuk melakukan impor. Hal ini dituturkan oleh Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam acara “Diskusi Posko Pemantauan Dampak Kekeringan bersama Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG)” di sekretariat pusat SPI di Jakarta (03/09).

Henry menyampaikan, bencana kekeringan ini memang sudah meluas, namun tetap tidak bisa dijadikan alasan untuk mengimpor pangan.

“Yang harus kita lakukan adalah bersama-sama mencari solusi riil menghadapi kekeringan ini, mulai dari pendistribusian pompa air, pembuatan embung, hujan buatan, dan sebagainya,” kata Henry.

Mengenai el nino, Kepala Bidang Informasi Iklim BMKG Evi Lutfiati menyampaikan sejak Januari 2015 BMKG menyampaikan peringatan el nino datang dengan cepat.

“Lingkungan sangat berpengaruh, jika sumber resapan masih tersedia maka kekeringan dapat diminimalisir. Menurut prediksi, April 2016 curah hujan mulai tinggi,” kata Evi Lutfiati.

Evi menambahkan, siklus el nino yang lebih dari 2 kali terjadi pada tahun 1998, 2014 dan tahun ini 2015.

“Prediksi akurat hanya bisa dilakukan paling lama adalah 6 bulan ke depan. Jika lebih dari 6 bulan maka ketepatan prediksi akan kurang dari 60%. Terkecuali proyeksi, maka kita lakukan dalam hitungan tahun,” paparnya.

Evi juga menambahkan, BMKG menyelenggarakan Sekolah Lapang Iklim (SLI yang bisa diikuti oleh petani dan penyuluh pertanian.

“SLI akan memberikan petani pemahaman tentang iklim,” tambahnya.

Selain SPI, acara diskusi ini juga diikuti perwakilan dari API, ISMPI, POPMASEPI, HMPTI dan FKK HIMAGRI.