Petani Perempuan (Juga) Harus Mahir Berbicara

MEDAN. “Keterampilan berbicara adalah kunci kesuksesan seseorang” ungkapan ini menambah semangat bagi petani-petani perempuan anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara (Sumut) yang berasal dari berbagai kabupaten dalam mengikuti pelatihan Public Speaking yang diadakan oleh Biro Petani Perempuan SPI Sumut, Senin (31/10).

Public Speaking merupakan keterampilan berkomunikasi di depan umum dengan tujuan untuk menyampaikan ide dan gagasan kita kepada orang lain. Kebanyakan orang merasa kesulitan jika harus berkomunikasi di hadapan orang banyak. Hal ini juga yang dirasakan oleh petani perempuan SPI Sumut yang berasal dari Kabupaten Asahan, Deli Serdang, Langkat dan Medan selama pelatihan ini. Mereka sangat antusias dan kebanyakan dari mereka mengungkapkan bahwa selama ini selalu merasa takut dan bingung ketika dihadapkan pada situasi yang memaksa mereka harus mengungkapkan pendapatnya.

“Terkadang saya suka lupa akan apa yang ingin saya katakan. Rasa takut dan cemas, jadinya hilang konsentrasi” tutur Peri Br. Tamba, petani perempuan SPI Basis Padang Mahondang, Kabupaten Asahan.

Biro Petani Perempuan SPI Sumut memandang salah satu faktor mengapa kondisi petani perempuan semakin terpinggirkan dikarenakan ketidakberanian petani-petani perempuan untuk mengeluarkan ide-ide dan gagasannya baik dalam diskusi-diskusi kelompok, pelatihan-pelatihan bahkan pada saat rapat-rapat organisasi.

“Kemampuan untuk berani tampil mengeluarkan ide dan pendapat dari petani perempuan penting untuk dipelajari dan diasah. Terlebih saat ini banyak petani perempuan yang berdiri di garis terdepan dalam perjuangan-perjuangan menuntut hak-hak mereka. Hal ini yang melatarbelakangi pelatihan kali ini” terang Riri Novita Sari, Kepala Biro Petani Perempuan Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumut.

Dewi, petani perempuan dari Kabupaten Langkat sangat memanfaatkan pelatihan ini untuk dapat menggali kemampuannya dalam berkomunikasi di depan umum.

“Teori-teori yang dijelaskan tadi terlihat mudah tetapi pada saat melakukan latihan pidato tadi, rasanya gugup karena belum terbiasa” ungkapnya usai mendapat kesempatan untuk mempraktikkan pidato di depan peserta lainnya.

Pelatihan yang berlangsung sehari ini dinilai kurang cukup untuk menggali kemampuan pesertanya untuk menerapkan teori-teori yang telah disampaikan.

“Kemampuan public speaking ini harus terus menerus diasah. Memanfaatkan setiap kesempatan dalam mengungkapkan pendapat merupakan salah satu cara yang paling baik untuk melatih kemampuan public speaking seseorang” ungkap Dra. Mazdalifah, MSi yang bertindak sebagai fasilitator dalam pelatihan ini.

Dosen Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Sumatera Utara ini juga memberi apresiasi yang luar biasa kepada seluruh peserta yang mau terlibat aktif dalam pelatihan singkat ini.

Ke depannya diharapkan akan muncul petani-petani perempuan yang dengan lantang menyuarakan pendapat dan pemikirannya di depan umum. Dengan demikian stigma bahwa perempuan hanya berperan dalam sektor domestik dapat terkikis sedikit demi sedikit.

ARTIKEL TERKAIT
SPI Yogya Olah Lahan Erupsi Merapi Menjadi Produktif
Konflik Kendal: Petani Tahlilan di Depan Istana, Minta Keadi...
HUT SPI: Round Table Discussion kedaulatan pangan HUT SPI: Round Table Discussion kedaulatan pangan
Hentikan Eksekusi Lahan Tanjung, Banggai, Sulawesi Tengah!
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU