Pilih Calon Kepala Daerah Yang Menolak Alih Fungsi Lahan Pertanian

MEDAN. Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan dan Yayasan Sintesa melaksanakan sosialisasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan 2015 bagi petani se-kota Medan di Kebun Kolektif Tani Kreatif di bilangan Jalan Eka Rasmi, Medan Johor, tadi siang (24/10).

Ketua SPI Sumatera Utara Zubaidah menyampaikan, petani seharusnya memilih calon walikota dan wakilnya yang mampu mendukung pertanian perkotaan, meningkatkan kesejahteraan petani kecil, serta mendukung kedaulatan pangan di kota Medan.

“Di Medan sendiri masih banyak terdapat lahan pertanian produktif. Walikota dan wakil terpilihnya nanti jangan sampai mengizinkan alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan atau industri, ini yang paling penting, dan ini sudah diatur di Undang-Undang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan No. 41 tahun 2009,” imbuhnya.

“Dan akan lebih afdhol lagi kalau Walikota dan wakil terpilih nanti langsung menetapkan perda turunan dari UU No.41 Tahun 2009 yang isinya bisa mempidanakan oknum-oknum yang mngalihfungsikan lahan pertaniannya, sekaligus UU No. 19 tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani yang mewajibkan negara menyediakan lahan seluas dua hektar bagi petani tak bertanah,” paparnya.

Hal senada disampaikan Direktur Yayasan Sintesa, Afrizal Kurniawan. Ia mengemukakan, berdasarkan data dari Pemko Medan per Februari 2015, luas lahan pertanian yang dimiliki kota Medan mencapai 6.183 hektar yang terdiri dari lahan sawah 1.778 hektar dan lahan kering seluas 4.395 hektar

“Luas lahan pertanian ini jangan sampai berkurang lagi. Oleh karena itu kami di Sintesa mendukung komitmen teman-teman petani yang hanya akan memilih calon walikota yang menolak alih fungsi lahan pertanian,” kata Afrizal.

Dihubungi di tempat terpisah, Komisioner KPU Kota Medan Divisi Sosialisasi Edi Suhartono menyampaikan, acara sosialisasi bersama petani se-kota Medan ini adalah bagian dari rangkaian acara untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak pilihnya pada pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Medan, 9 Desember 2015 nanti.

“Minggu lalu kami laksanakan dengan nelayan, minggu ini dengan petani, semoga acara sosialisasi ini menekan tingkat golput di kota Medan,” ungkapnya.