SPI Resmikan 5 Kampung Reforma Agraria di 4 Provinsi, Potensi Ekonomi Rp26,375 Milyar per Tahun

JAKARTA. Serikat Petani Indonesia (SPI) meresmikan lima kampung reforma agraria (KRA) di empat provinsi pagi ini (01/09). Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan, peresmian ini adalah pembukaan dari rangkaian peringatan sebulan penuh Hari Tani Nasional (HTN) yang tiap tahunnya jatuh pada 24 Setember.

“Hari ini SPI meresmikan lima kampung reforma agraria di Bengkulu, Jambi, Jawa Barat, dan Nusa Tenggara Timur,” kata Henry via aplikasi zoom pagi dari Medan, Sumatera Utara.

Henry Saragih, Ketua Umum SPI

Henry melanjutkan persamaan KRA yang diresmikan hari ini adalah semuanya dibangun di atas lokasi perjuangan petani SPI.

“Desa-desa KRA yang diresmikan hari ini adalah wajah dari suksesnya perjuangan reforma agraria SPI, karena para petani SPI di tiap-tiap KRA berhasil melakukan redistribusi lahan, lalu membangun kehidupan di atas lahan. Lahan sudah ditanami beragam tanaman dan juga ternak. Alhamdulillah, petani di tiap KRA sudah mulai berdaulat pangan. Di tiap-tiap KRA juga sudah tersedia fasilitas umum seperti pemukiman warga, musholla, jalan usaha tani, dan lainnya,” paparnya.

Henry menerangkan dari kelima KRA ini total luasan lahan produktif yang sudah dikelola berjumlah 1.582 hektare oleh 744 KK petani dengan potensi total ekonomi sekitar Rp26,375 Milyar dalam setahun,” katanya.

Henry menegaskan, SPI siap menjadi role model atau percontohan pelaksanaan reforma agraria yang kini sedang digiatkan oleh pemerintahan Jokowi di tahun-tahun terakhir pemerintahannya.

“Bersamaan dengan peresmian KRA ini kami juga meminta pemerintah untuk merumuskan kebijakan reforma agraria dan kelembagaan pelaksana reforma agraria yang lebih kuat. Kami juga meminta pemerintah mempercepat penyelesaian konflik-konflik agraria yang masih banyak menimpa petani SPI di berbagai wilayah,” tutunya.

Peresmian KRA SPI via aplikasi Zoom

Nusa Tenggara Timur

Di Nusa Tenggara Timur (NTT), terdapat dua KRA yang diresmikan hari ini. Lokasi pertama berada di Desa Sukakiong, Kabupaten Manggarai Barat. Sementara lokasi kedua berada di Desa Mbondey, Kabupaten Manggarai Timur.

Ketua Tim Reforma Agraria (TRA) SPI NTT Oktavianus Jantung menerangkan, di Desa Sukiong, Manggarai Barat terdapat 31 KK petani yang mengolah 100 hektare tanah yang ditanami padi sawah, kopi, vanili, alpukat, dan cengkeh.

“Di sini kami juga beternak ayam dan babi. Total potensi nilai ekonomi di KRA ini sekitar satu milyar per tahun,” katanya.

Oktavianus melanjutkan, untuk KRA Desa Mbondey terdapat 155 KK petani yang mengelola 700 hektare tanah.

“Di Mbondey, kami menanam jagung, kacang, pisang, padi, umbi-umbian, jati, mahoni, mindi, kelapa, sorean, kakao, dan mente. Untuk ternak, kami memelihara babi. Di sini terdapat pemukiman warga, pondok, dan sumber mata air dengan potensi nilai ekonomi Rp1,5 Milyar per panen,” paparnya.

“Kedua lokasi KRA ini adalah tanah perjuangan yang sudah dikuasai selama lebih dari 20 tahun. kami sudah berproduksi, menegakkan kedaulatan pangan dan membangun kehidupan di atasnya, yang kita resmikan di hari ini,” lanjutnya.

Jawa Barat

Di Jawa Barat, KRA berlokasi di Desa Sukamulya dan Desa Makam Bujang, Kabupaten Indramayu. Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Indramayu Tri Utomo menjelaskan di KRA sini terdapat 364 KK petani yang mengelola tanah seluas 387 hektare.

“Kami di sini menanam padi sawah, cabai, semangka, mangga, dan beternak bebek. Tentunya di sini sudah ada pemukiman warga, jalan usaha tani, jembatan dan pemakaman. Nilai potensi ekonomi per tahunnya sekitar 16.875.000.000 per tahun,” jelasnya.

Deklarasi KRA SPI Indramayu juga ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan musholla

Jambi

Di Jambi, lokasi KRA berada di Desa Pandan Lagan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim). Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jambi Sarwadi Sukiman memaparkan, di KRA Pandan Lagan ini terdapat 100 KK petani yang mengelola tanah seluas 300 hektare.

“Di sini kami menanam sawit, pinang, pisang, nanas, ubi kayu, cabai, pepaya, sayur-sayuran dan lainnya. Kami juga beternak kambing dan ayam. Di sini juga sudah terdapat musholla, pemukiman warga, jalan usaha tani, dan jembatan kayu, dengan potensi nilai ekonomi sekitar lima milyar Rupiah per tahun,” terang Sarwadi.

“Lokasi KRA Pandan Lagan juga telah terdaftar di Peta Indikatif Penyelesaian Penguasaan Tanah dalam rangka Penataan Kawasan Hutan (PPTKH) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” tambah Sarwadi.

Bengkulu

Di Bengkulu, KRA berlokasi di Desa Air Sempiang, Kabupaten Kepahiang. Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Bengkulu Henderman menyampaikan, terdapat 99 KK petani yang mengelola 95 hektare luasan tanah di KRA ini.

“Kami di sini menanam kopi, lada, sayuran, juga beternak sapi, kerbau, ayam, dan ikan tawar. Di KRA sini sudah berdiri pemukiman dan jalan pertanian dengan potensi nilai ekonomi sekitar satu milyar Rupiah per panen. Lokasi KRA ini sudah diredistribusikan secara resmi oleh pemerintah pada tahun 2019 dan 2021,” katanya.

Sementara itu, peresmian KRA hari ini adalah lanjutan dari banyak KRA SPI yang sebelumnya sudah diresmikan dan tersebar di berbagai provinsi di Indonesia.

Kontak Selanjutnya :
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668
Oktavinus Jantung – SPI NTT – 0812 8478 9367
Sarwadi Sukiman – Ketua DPW SPI Jambi – 0812 6624 4251
Tri Utomo – Ketua DPC SPI Indramayu – 0881 7883 874
Henderman – Ketua DPW SPI Bengkulu – 0813 6760 5773

ARTIKEL TERKAIT
Bersama Partai Buruh, Petani SPI Lakukan Aksi Massa Peringat...
Aksi SPI Pasaman Barat Sumbar, Sintang Kalbar, dan SPI Kalti...
Cabut Izin Konsesi PG Rajawali II dan Selesaikan Konflik Agr...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU