Sumatera Utara Gelar Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia

MEDAN. Setelah sebelumnya sukses digelar di Jakarta, Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia kembali di laksanakan di Sumatera Utara (30/03). Kegiatan dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Utara bersama gerakan masyakarat sipil  Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menegaskan bahwa Indonesia harus berdaulat atas pangannya. Berdaulat atas pangan berarti berdaulat untuk memproduksi pangan secara mandiri dan berdaulat untuk menetapkan sistem pertanian, peternakan, dan perikanan tanpa adanya subordinasi dari kekuatan pasar internasional.

“Petisi Kedaulatan Pangan ini sangat penting karena keadaaan pangan Indonesia semakin  hancur seiring kebijakan pemerintah yang menerapkan sistem neoliberal; dimana dampaknya dirasakan tidak hanya oleh petani tapi juga nelayan, buruh dan kaum miskin perkotaan serta anak-anak dan perempuan,” ungkap Henry yang juga Koordinator Umum La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) ini.

Wagimin, Ketua DPW SPI Sumatera Utara mengungkapkan bahwa Petisi Kedaulatan Pangan ini mengajak warga Sumatera Utara untuk mempertahankan kedaulatan pangannya. Wagimin pun mengkritik keras konferensi seabad sawit yang diselenggarakan GAPKI (Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia) yang seolah-olah membenarkan bahwa perluasan kebun kelapa sawit mampu mensejahterakan petani dan masyarakat pada umumnya. Perluasan kebun sawit di Sumatera Utara ini jelas-jelas mengancam kedaulatan pangan masyarakatnya karena banyaknya alih fungsi persawahan menjadi kebun kelapa sawit.

“Kalau tiba-tiba harga sawit jatuh sehingga tidak mampu membeli beras ataupun makanan pokok lainnya, apa iya kita mau makan sawit? Akhirnya beras kembali diimpor dan rakyat menjadi tidak berdaulat atas pangannya,” ungkap Wagimin.

Turut hadir dan menandatangani petisi  kedaulatan pangan tersebut Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujonugoro dan Wakil Bupati Serdang Bedagai, Ir. Sukirman. Kedua pejabat tersebut mendukung kampanye kedaulatan pangan yang lakukan oleh SPI.

Syukuran Green Giants

Acara Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia juga sekaligus syukuran untuk Henry Saragih yang telah dianugerahi penghargaan Green Giants, sebagai salah satu dari 20 orang di dunia ini yang memiliki peran penting untuk “menghijaukan” kembali bumi ini oleh The Observer – surat kabar mingguannya The Guardian – sebuah media berpengaruh di Inggris. Henry disejajarkan dengan Evo Morales, Presiden Bolivia yang terkenal dengan gerakan anti kapitalismenya. Dalam penghargaan ini sendiri, Henry Saragih didaulat sebagai Defender of Rural Poor (Pembela Rakyat Miskin Desa). Sebelumnya Henry Saragih juga dinobatkan menjadi 50 orang yang mampu menyelamatkan bumi oleh harian The Guardian Inggris pada 2008 lalu

Gatot Pujonugroho, Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara yang hadir dalam acara ini mengucapkan selamat kepada Henry Saragih yang telah berhasil mengharumkan Indonesia dan Sumatera Utara khususnya di dunia internasional.

“Indonesia patut berbangga hati memiliki seorang Henry Saragih yang telah berhasil membuktikan konsistensinya dalam memperjuangkan kepentingan rakyat kecil (baca: petani). Selain itu, saya mendukung penuh Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indonesia ini, ” ungkap Gatot.

Prof. Dr. Badaruddin, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) USU mengungkapkan bahwa penghargaan yang diterima Henry Saragih ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi gerakan sosial yang akan dibangun ke depan.