
Kongres V Partai Buruh telah dilaksanakan pada 19–22 Januari 2026 di Jakarta. Forum tertinggi partai ini dihadiri oleh para inisiator pendiri Partai Buruh serta jajaran pengurus dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam kongres tersebut, Partai Buruh membahas dan menetapkan sejumlah keputusan penting, mulai dari penguatan struktur organisasi, penyempurnaan program kerja, hingga penetapan target politik ke depan.
Usai kongres, kerja organisasi memasuki fase yang lebih menentukan. Bagi Wakil Presiden Partai Buruh sekaligus Wakil Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI), Agus Ruli Ardiansyah, tantangan utama pasca-kongres bukan sekadar pada banyaknya keputusan yang dihasilkan, melainkan pada bagaimana keputusan-keputusan tersebut dijalankan secara nyata hingga ke RT/RW.
“Setelah pelaksanaan Kongres kemarin, kita harus memastikan keputusan-keputusan Kongres dijalankan. Tantangan atau kerja yang harus segera dilakukan adalah bagaimana membangun infrastruktur kepengurusan, mulai dari pusat sampai ke luar, ke basis, bahkan ke tingkat RT dan RW,” ujar Agus Ruli. Menurutnya, pembangunan infrastruktur organisasi menjadi syarat utama agar keputusan kongres dapat diterjemahkan dan dipahami oleh struktur hingga ke basis petani.
Ia menegaskan bahwa kerja konsolidasi, khususnya untuk sektor petani, membutuhkan pemahaman yang sama di seluruh unsur partai. Hal ini menjadi penting mengingat Partai Buruh terdiri dari 13 organisasi inisiator pelanjut dengan latar belakang gerakan yang beragam.
“Untuk bisa mengonsolidasikan dan menjalankan kerja-kerja perjuangan, khususnya di sektor petani, memang harus ada pemahaman yang sama. Karena Partai Buruh ini terdiri dari 13 organisasi inisiatif pelanjut, maka itu harus disatukan lebih kuat lagi,” katanya.
Dalam pandangannya, isu-isu petani memiliki posisi yang strategis dalam kerja politik Partai Buruh. Petani masih menjadi mayoritas penduduk yang tinggal di wilayah pedesaan, sementara buruh lebih banyak terkonsentrasi di kota-kota besar.
“Isu-isu petani ini memiliki posisi yang penting, karena petani banyak tinggal di wilayah pedesaan, sementara buruh berada di kota-kota dan kawasan industri,” ujar Agus Ruli. Karena itu, tema-tema perjuangan petani itu harus menjadi bagian perjuangan Partai Buruh juga.

Ia menambahkan, perjuangan yang selama ini dijalankan SPI di tingkat basis juga harus diterjemahkan menjadi agenda kerja Partai Buruh. Basis-basis SPI menjadi bagian penting dalam menjalankan kerja politik partai di sektor petani.
“Bagaimana perjuangan SPI dan basis-basis SPI ini diterjemahkan menjadi agenda kerja Partai Buruh, itu yang harus kita lakukan,” ujarnya.
Terkait target pemenangan Pemilu 2029, Agus Ruli menyampaikan bahwa Kongres V telah merumuskan target berdasarkan target yang disusun oleh struktur di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Target tersebut menjadi dasar kerja yang harus dijalankan oleh seluruh struktur partai.
“Target pemenangan Pemilu 2029 sudah dirumuskan di Kongres, berdasarkan target yang dibuat oleh kawan-kawan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Ini yang harus kita jalankan,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kerja menuju Pemilu 2029 mencakup pembangunan kepengurusan, pemenuhan syarat administrasi, serta persiapan infrastruktur partai hingga ke tingkat RT/RW dan TPS. Selain itu, Partai Buruh juga harus mempersiapkan calon legislatif yang potensial.
“Kita harus merekrut dan mempersiapkan caleg-caleg yang potensial untuk bisa memperoleh suara, tapi juga harus berujung pada perolehan kursi. Jadi bukan hanya suara, tapi kursi,” tegasnya.
Selain itu, Agus Ruli juga menekankan pentingnya mengidentifikasi daerah-daerah potensial yang dapat menjadi lumbung suara Partai Buruh, termasuk basis-basis tradisional buruh dan petani yang perlu dipersiapkan sejak awal.
Ia menambahkan bahwa pengawalan terhadap kebijakan dan dinamika politik nasional juga menjadi bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. Sejumlah keputusan, seperti putusan Mahkamah Konstitusi terkait ambang batas parlemen dan ambang batas pencalonan presiden, menurutnya, harus dibaca sebagai peluang politik yang perlu dipersiapkan dengan matang.
“Peluang-peluang ini harus benar-benar kita persiapkan untuk pemenangan Partai Buruh,” pungkasnya.