
Kongres Partai Buruh resmi memasuki pembukaan sidang pada Selasa, 20 Januari 2026, yang digelar di Hotel Golden Boutique, Jakarta. Sidang kongres ini menjadi forum tertinggi pengambilan keputusan politik Partai Buruh sekaligus momentum konsolidasi arah perjuangan politik kelas pekerja, buruh dan petani, ke depan.
Serikat Petani Indonesia (SPI), sebagai salah satu pelopor berdirinya Partai Buruh, kembali menegaskan bahwa perjuangan politik tidak dapat dipisahkan dari perjuangan petani atas tanah, pangan, dan kedaulatan hidup. Sejak awal pendiriannya, Partai Buruh dibangun oleh serikat-serikat buruh dan organisasi rakyat, termasuk SPI, sebagai alat perjuangan politik untuk melawan ketimpangan struktural yang dialami rakyat kelas pekerja di desa maupun di kota.
Dalam sambutan pembukaan sidang kongres, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia, Henry Saragih, menyampaikan pandangannya mengenai posisi dan masa depan Partai Buruh sebagai partai kelas pekerja. Ia menilai bahwa secara konsep dan arah perjuangan, Partai Buruh merupakan partai masa depan.
“Dari apa yang disampaikan dalam seminar internasional yang baru saja kita selenggarakan, ada perasaan optimistis bahwa Partai Buruh memang akan menang. Secara konsep dan teori, Partai Buruh ini adalah partai masa depan,” ujar Henry.

Henry Saragih juga menyoroti pengalaman internasional yang menunjukkan bahwa kekuatan politik yang lahir dari kelas pekerja mampu tampil sebagai pemimpin nasional.
“Kita bisa belajar dari Venezuela, di mana Maduro berasal dari gerakan buruh. Begitu juga Presiden Bolivia ke-65, Evo Morales yang lahir dari gerakan petani dan masyarakat adat. Ini menunjukkan bahwa kelas pekerja bisa dan mampu memimpin negara,” lanjutnya.
Selain itu, Henry menekankan bahwa tantangan ke depan menuntut Partai Buruh untuk semakin memperkuat organisasi dan menjaga kader-kader terbaiknya. Menurutnya, kongres ini memiliki peran strategis dalam memastikan kader-kader Partai Buruh tetap solid dan terus berkembang sebagai kekuatan politik rakyat.
“Penting bagaimana kongres ini menjaga kader-kader dan menguatkan kader-kader kita,” tegas Henry.
Ia juga menambahkan bahwa Partai Buruh harus dibangun sebagai organisasi politik yang responsif terhadap persoalan rakyat, termasuk dalam situasi darurat dan bencana, sehingga kehadiran partai benar-benar dirasakan oleh rakyat.

Pelaksanaan sidang Kongres Partai Buruh menjadi ruang konsolidasi penting bagi organisasi-organisasi pendirinya untuk menegaskan arah perjuangan politik ke depan. Melalui berbagai pandangan yang disampaikan dalam pembukaan sidang, termasuk dari Serikat Petani Indonesia, kongres ini menekankan pentingnya penguatan kader, konsistensi perjuangan kelas pekerja, serta peran Partai Buruh sebagai alat politik buruh dan petani dalam menghadapi tantangan nasional yang semakin kompleks.