1 Juta Tanda Tangan Untuk Penegakan Hak Asasi Petani

JAMBI. GEMA PETANI (Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia) wilayah Jambi bersama Dewan Pengurus Wakil (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Jambi melakukan “Aksi Petisi 1 Juta Tangan” untuk Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan (Deklarasi HAP PBB). Kegiatan dilaksanakan di halaman kantor Gubernur Jambi (20/04) yang juga dihadiri oleh beberapa komunitas lain seperti para mahasiswa pertanian Universitas Negeri Jambi, IKMM (Ikatan Keluarga Mahasiswa Minang), IMM (Ikatan Mahasiswa Muhamadiyah), Komunitas Menolak Lupa, Budayawan Arvian (Ketua Komunitas Kaca Budji), Mahasiswa STIE, dan lainnya.

Koordinator Gema Petani Jambi Yogy Efendi Sikumbang menyampaikan, perjuangan kaum tani adalah perjuangan kedaulatan pangan.

“Bahwa petanilah yang telah memberi makan umat manusia,” katanya.

Yogi menambahkan, semua peserta yang hadir membubuhkan tanda tangannya untuk mendukung pengimplementasian Deklarasi HAP PBB di Indonesia khususnya di Jambi.

“Target kita 1 juta tanda tangan di Jambi,” imbuhnya.

Ketua DPW SPI Jambi Sarwadi Sukiman menyampaikan, betapa pentingnya para mahasiwa dalam perjuangan kaum tani untuk melaksakan reforma agraria.

“Mahasiswa dan akademisi merupakan satu bagian dari empat bagian penting lainnya dari reforma agraria yaitu kemauan politik yang kuat, data subjek dan objek TORA (Tanah Obyek Reforma Agraria) yang jelas dan organisasi tani sebagai pengontrol yang kuat,” kata Sarwadi.

Sarwadi melanjutkan, Hari Hak Azasi Petani ini ditetapkan oleh SPI dan beberapa organisasi tani serta individu lainya bersama KOMNASHAM RI pada 2001 di Cibubur dalam acara Konfrensi Nasional Pembaruan Agraria. Konferensi ini sendiri menghasilkan draft hak asasi petani yang dengan berbagai perjuangan kemudian diresmikan menjadi Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Masyarakat yang Bekerja di Pedesaan, tahun lalu.

Acara peringatan hari Hak Azasi Petani di Jambi ini diakhiri dengan diskusi dan sesi foto bersama.