Gema Petani Jambi Resmi Dideklarasikan, Alternatif Krisis Regenerasi Petani

JAMBI. Gerakan Mahasiswa Petani Indonesia (Gema Petani) Provinsi Jambi resmi dideklarasikan, hari ini, Minggu, 17 Februari 2019. Bertempat di sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Jambi, deklarasi ini dihadiri puluhan pemuda tani dan mahasiswa dari Univesitas Negeri Jambi, Universitas Batanghari Jambi, Universitas Islam Negeri Jambi dan STIKES Jambi.

Marlan Ifantri Lase, Koordinator Nasional Gema Petani mengapresiasi deklarasi Gema Petani Jambi. Marlan menjelaskan, Gema Petani memiliki tujuan utama untuk mendorong keterlibatan mahasiswa dalam perjuangan-perjuangan petani untuk mewujudkan kedaulatan pangan, serta kesejahteraan petani.

“Gema Petani berjuang pada persoalan pendidikan Indonesia. Sebagai bagian dari SPI, karer-kader Gema Petani juga diharapkan menjadi alternatif krisis regenerasi petani yang terjadi sekarang maupun di masa datang,” jelasnya.

Marlan melanjutkan, sebelum acara deklarasi ini dilakukan berbagai diskusi, dan pendidikan difasilitasi oleh pengurus DPW SPI Jambi.

“Para mahasiswa-mahasiswi, pemuda-pemudi tani, kita bekali dulu dengan pendidikan dan mengenalkan SPI lebih lanjut,” kata Marlan.

Yoggy Sikumbang, Koordinator Gempa Petani Jambi menyampaikan, ia dan tim akan melakukan kerja kerja-kerja untuk tiga bulan kedepan menuju Musyawarah Wilayah Gema Petani Jambi.

Hal senada disampaikan Ketua DPW SPI Jambi Sarwadi Sukiman. Ia menyampaikan, DPW SPI Jambi berterimakasih atas deklarasi Gema Petani.

“Masa depan berada di pundak generasi muda. Gema Petani kita harap mampu terus melanjutkan perjuangan petani untuk mewujudkan reforma agraria sejati dan kedaulatan pangan. Tak lupa membangun jaringan yang kuat dengan berbagai akademisi dan pihak kampus. Dengan Gema Petani ini juga untuk memastikan agar generasi muda dapat melanjutkan estafet petani,” tutupnya.

Dalam acara ini hadir juga perwakilan dari Mahasiswa UIN Sumatera Utara, alumni Universitas Teknokrat Indonesia Provinsi Lampung, serta Ali Padri dari Gema Petani Sumatera Barat.