Laksanakan Muscab, SPI Rejang Lebong Tegaskan Arah Perjuangan

REJANG LEBONG – Serikat Petani Indonesia (SPI) Rejang Lebong menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) di Sekretariat SPI Rejang Lebong pada Selasa, 1 Juli 2025. Tema yang diusung pada Muscab SPI Rejang Lebong ini adalah “Meneguhkan Tekad Mewujudkan Kesejahteraan Petani melalui UNDROP, Kedaulatan Pangan, Agroekologi, dan Koperasi”. Sejalan dengan itu, semangat utama yang diusung adalah kosolidasi organisasi, pembebasan petani dari ketergantungan dan represi, reorientasi ekonomi petani, kedaulatan dan solidaritas petani, serta regenerasi dan kepemimpinan ideologis.

Petani Rejang Lebong dihadapkan pada persoalan serius seperti konflik agraria yang tak kunjung selesai, perluasan kawasan hutan yang mengancam akses terhadap tanah garapan, serta kriminalisasi terhadap pejuang reforma agraria. Selain itu, dampak perubahan iklim, kerusakan ekosistem, dan liberalisasi pasar pangan turut mengancam keberlanjutan ekonomi keluarga petani. Di tengah situasi eksternal tersebut, kondisi internal organisasi juga menuntut penyegaran struktural, khususnya dalam memperkuat kelembagaan koperasi dan advokasi hukum.

Muscab tahun ini menjadi momentum penting untuk mengevaluasi capaian lima tahun terakhir sekaligus merumuskan strategi perjuangan ke depan. Sejumlah agenda strategis diusung, seperti pendirian Pusat Bantuan Hukum Petani (PBHP), restrukturisasi Koperasi Petani Indonesia agar kembali menjadi alat perjuangan ekonomi rakyat, serta pemilihan kepengurusan baru yang kuat secara politik dan organisatoris. Muscab ini juga mendorong regenerasi kader melalui pelibatan aktif pemuda dan petani perempuan dalam kepemimpinan organisasi.

Hendarman selaku Ketua DPW SPI Bengkulu yang turut hadir memberikan sambutannya pada kesempatan ini. Ia memberikan arahan poliitk dan strategis dari organisasi wilayah kemudian juga menegaskan posisi SPI sebagai organisasi massa tani yang memperjuangkan reforma agraria sejati, kedaulatan pangan, hak asasi petani dan koperasi. Tidak sampai di situ, Hendarman juga mendukung penuh pendirian Pusat Bantuan Hukum Petani (PBHP) sebagai langkah konkret menghadapi peningkatan kriminalisasi petani di Rejang Lebong.

Muscab ini menghasilkan beberapa program kerja strategis untuk lima tahun ke depan, di antaranya adalah:

  1. Pendirian dan operasionalisasi Pusat Bantuan Hukum Petani
  2. Restrukturisasi total KPI Basis Rimbo Recap
  3. Penguatan organisasi basis dan pendidikan kader
  4. Konsolidasi refprma agraria dan advokasi kebijakan daerah
  5. Kemandirian pangan berbasis agroekologi
  6. Media dan komunikasi organisasi rakyat

Pada momentum Muscab ini, Rifky Herdian terpilih sebagai Ketua SPI Rejang Lebong periode 2025-2030. Dalam pidatonya, Rifky menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya dalah petani tidak lagi boleh berjuang sendirian, koperasi harus kembali ke jalan perjuangan, kaderisasi dan regenerasi adalah kunci masa depan, serta organisasi harus solid, mandiri, dan tegas melawan ketidakadilan.

“Tanah untuk petani bukan hanya sebuah slogan, itu hak! Pangan untuk rakyat bukan utopia, itu cita-cita. Lima tahun ke depan, kita konsolidasikan seluruh kekuatan basis, kita bangun PBHP sebagai tameng hukum. Kita hidupkan koperasi sebagai benteng ekonomi dan kita tanamkan keberanian di setiap jengkal tanah perjuangan. Hidup petani!” pungkas Rifky.

ARTIKEL TERKAIT
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU