Piagam Penghargaan untuk HS Dillon, Pejuang Hak Asasi Petani Indonesia

JAKARTA. Pada 16 September 2019 lalu, rakyat Indonesia kehilangan salah satu tokoh besarnya yaitu Harbrinderjith Singh Dillon atau lebih sering dikenal sebagai HS Dillon yang tutup usia pada 74 tahun. Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan, semasa hidupnya, beliau dikenal sebagai pembela hak kaum-kaum yang tertindas, terutama petani yang sering disebutnya sebagai elemen terpenting dari Bangsa Indonesia.

“Beliau selalu menyuarakan aspirasi dari petani dan bersama-sama bergerak dalam memperjuangkan nasibnya,” kata Henry di Jakarta pagi ini (10/01).

Henry melanjutkan, oleh karena itu, sebagai penghormatan dari petani untuk beliau, SPI menyelenggarakan acara “Mengenang HS Dillon, Pejuang Hak Asasi Petani” pada 26 September 2019 lalu di Gedung YTKI Jakarta Selatan. Pada acara tersebut, SPI mengundang keluarga dari HS Dillon yang diwakili oleh Ibu Drupadi HS Dillon,

“Betapa besarnya jasa dari HS Dillon bagi perjuangan petani, dapat dilihat dari perannya dalam merintis gerakan hak asasi petani di Indonesia. Semasa ia menjabat sebagai Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia, beliau mengajak berbagai organisasi petani untuk bergerak bersama dalam merumuskan dan memperjuangkan hak asasi petani,” paparnya.

“Inisiatifnya tersebut terwujud dalam Konferensi Pembaruan Agraria dan Hak Asasi Petani pada tanggal 17 April 2001 di Cibubur, dimana dalam konferensi ini dilahirkanlah Deklarasi Hak Asasi Petani Indonesia. Deklarasi tersebut merupakan bentuk awal dari United Nations Declaration on The Rights of Peasants and Other People Working in Rural Areas / Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak Asasi Petani dan Orang yang Bekerja di Pedesaan (UNDROP), yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tanggal 17 Desember 2018,” sambung Henry panjang lebar.

Dalam kesempatan yang sama, Drupadi HS Dillon menyampaikan, HS Dillon merupakan sosok yang sangat mencintai negaranya.

“Setiap harinya pada pukul 6 pagi, beliau menyempatkan diri untuk pergi ke halaman belakang rumah dan berdiri tegak selagi mendengarkan lagu Indonesia Raya. Beliau mengatakan bahwa aktivitas tersebut sebagai pengingat bahwa dia harus terus berjuang untuk kesejahteraan kaum-kaum yang terpinggirkan, seperti petani dan nelayan demi kecintaannya pada negara,” paparnya.

Drupadi juga mengatakan, beliau pernah berpesan bahwa ia sangat risau melihat kondisi pertanian di Indonesia.

“Kebudayaan merupakan hal yang penting bagi keberlangsungan sebuah negara dan fondasi kebudayaan negara Indonesia sendiri berasal dari pertanian. Ia mengatakan bahwa bagaimana dengan kebudayaan di Indonesia apabila kondisi pertaniannya tidak baik,” tutur Drupadi.

Penyerahan piagam penghargaan untuk HS Dillon yang diberikan oleh Henry Saragih kepada Drupadi HS Dillon

Acara ini ditutup dengan penyerahan piagam penghargaan untuk HS Dillon yang diberikan oleh Henry Saragih kepada Drupadi HS Dillon selaku keluarga dari almarhum. Tak hanya piagam, Henry juga menyerahkan salah satu peninggalan terbesar dari Almarhum kepada keluarga, yakni teks UNDROP. Acara ini juga mengundang berbagai gerakan rakyat seperti Aliansi Petani Indonesia, Wahana Masyarakat Tani Indonesia, Serikat Nelayan Indonesia, Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia dan lain-lain.

Narahubung:
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811-655-668