
Serikat Petani Indonesia (SPI) Tidore Kepulauan menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) pertamanya yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama pada Sabtu (28/02/2026). Kegiatan ini berlangsung di Kelurahan Guraping, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan.
Mengusung tema “Petani Berorganisasi Berjuang untuk Kesejahteraan, Reforma Agraria, dan Kedaulatan Pangan”, musyawarah ini dihadiri perwakilan petani dari sejumlah desa di Tidore Kepulauan, antara lain Desa Papaceda, Kosa, Baramodoe, dan Bramadoe. Selain itu, terdapat beberapa perwakilan desa lain yang belum sempat hadir namun telah menyatakan komitmen untuk terlibat dalam organisasi.
Dalam agenda musyawarah, peserta membahas profil dan arah perjuangan SPI di Maluku Utara, berbagai persoalan yang dihadapi petani di pedesaan, serta isu-isu strategis terkait reforma agraria dan kedaulatan pangan. Diskusi berlangsung dinamis dengan menekankan pentingnya penguatan organisasi sebagai alat perjuangan kolektif petani.
Muscab tersebut juga secara demokratis menyepakati Tamsir A. Amir sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) SPI Kota Tidore Kepulauan. Dalam pernyataannya, Tamsir menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah melengkapi struktur kepengurusan untuk memastikan roda organisasi berjalan efektif, sekaligus mengawal pemenuhan hak-hak petani dan masyarakat pedesaan.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPW SPI Maluku Utara, Ali Akbar Muhammad, yang secara langsung memandu jalannya musyawarah. Ia menegaskan bahwa organisasi petani memiliki peran penting dalam memperkuat posisi tawar petani di pedesaan. “Organisasi petani sangat penting agar petani bisa berjuang secara bersama untuk kesejahteraan, reforma agraria, dan kedaulatan pangan,” ujarnya.
Ali Akbar juga menyampaikan bahwa Muscab ini merupakan bagian dari rangkaian konsolidasi organisasi menuju Rapat Kerja Wilayah dan Pleno SPI Maluku Utara, sebagai upaya memperkuat gerakan petani di tingkat daerah.