SPI Berpartisipasi dalam Acara Pemuda Tani se-Asia di Sri Lanka

SRI LANKA. Puluhan pemuda tani anggota La Via Campesina (Gerakan Petani Sedunia) se-Asia bertemu dalam Asia Youth Meeting Articulation untuk membahas kondisi petani, masyarakat desa, pemuda dan ancaman perubahan iklim yang semakin besar di Sri Lanka, 11-14 Januari 2020. Pada pertemuan ini, Serikat Petani Indonesia (SPI) mengirim dua pemuda tani yakni Marlan Ifantri Lase dan Ali Padri sebagai delegasi dari Indonesia.

Zainal Arifin Fuad, sebagai Komite Koordinasi Internasional (ICC) La Via Campesina untuk Asia Tenggara dan Asia Timur menjelaskan, pertemuan pemuda tani se-Asia merupakan yang pertama kalinya dilaksanakan di tahun ini. Kegiatan tersebut ditujukan dalam rangka mengembalikan dan menguatkan peran pemuda membangunan pertanian di daerah pedesaan. Para pemuda saling berbagi cerita dan pengalaman kondisi pertanian dari masing-masing negara dan kemudian merumuskan pandangan sikap yang sama.

“Setiap hari ada ribuan orang kelaparan di Asia dan setiap hari juga ada ribuan petani meninggalkan pekerjaannya. Para pemuda merupakan harapan masa depan pertanian. Mereka harus didukung dan dikuatkan dalam perjuangan mewujudkan kedaulatan pangan,” kata Zainal.

Zainal melanjutkan, hari ini kita sudah punya UNDROP (United Nation Declaration on The Rights of Peasants and Other People Working in Rural Areas alias Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani & Rakyat yang Bekerja di Pedesaan).

“Pemuda bisa menggunakan UNDROP ini sebagai salah satu alat untuk mendukung perjuangan mereka. Selain itu, kita berharap pemerintah di setiap negara harus mendukung mereka dengan memberikan akses terhadap alat produksi,” lanjut Zainal yang juga menjabar sebagai Ketua Departemen Luar Negeri Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI.

Zainal Arifin Fuad

 

Dalam kesempatan yang sama, Marlan Ifantri Lase, pemuda tani asal Sumatera Utara sebagai perwakilan pemuda tani Serikat Petani Indonesia (SPI), pada forum tersebut menyampaikan, para pemuda saat ini menyadari pertanian itu sangat penting bagi sebuah bangsa maupun keberlanjutan manusia, tetapi disisi lain banyak kebijakan pemerintah yang memaksa pemuda harus pergi dari desa dan menjadi pengangguran. Perkembangan teknologi juga tidak menjadi solusi, sebagian besar teknologi menyingkirkan para pemuda dari pertanian dan juga ikut merusak alam.

Pramesh Pokhsal, pemuda tani dari Nepal sekaligus ICC Pemuda La Via Campesina menyampaikan, pemuda di desa dan pemuda di kota harus bersatu untuk memperjuangkan hak atas alat produksi, selama ini banyak tanah-tanah dan hutan yang dirampas oleh korporasi, yang harus direbut kembali.

“Problem pertanian merupakan problem bersama. Pertanian tidak hanya untuk memberikan makan dunia, tapi pertanian menjadi solusi mengatasi kemiskinan, solusi untuk mendinginkan planet. Saya menyampaikan kepada seluruh pemuda bahwa para pemimpin dunia tidak peduli dengan yang terjadi, mereka masih tunduk pada kekuatan kapitalisme, oleh karenanya kita para pemuda harus bergerak bersama melakukan perubahan itu sendiri,” tegasnya.

Marlan Ifantri Lase, pemuda tani asal Sumatera Utara sebagai perwakilan pemuda tani Serikat Petani Indonesia (SPI), pada forum tersebut menyampaikan, para pemuda saat ini menyadari pertanian itu sangat penting bagi sebuah bangsa maupun keberlanjutan manusia, tetapi di sisi lain banyak kebijakan pemerintah yang memaksa pemuda harus pergi dari desa dan menjadi pengangguran. Perkembangan teknologi juga tidak menjadi solusi, sebagian besar teknologi menyingkirkan para pemuda dari pertanian dan juga ikut merusak alam.

Marlan Ifantri Lase (memegang microphone)

“Kami sepakat bahwa kelaparan, kemiskinan, perubahan iklim dan semua penyakit di dunia tidak dapat dihentikan tanpa mengubah sistem. Menyudahi sistem neoliberalisme, dan menjalankan sebuah tatanan yang lebih berkeadilan dan berperikemanusian. Hari ini kita punya sistem kedaulatan pangan, reforma agraria, pertanian agroekologi, koperasi, dan juga UNDROP sebagai solusi konkrit untuk dapat mengakses sumber-sumber agrarian dan melawan FTA, WTO, IMF maupun World Bank. Kami menawarkan semua itu kepada para pemuda sebagai jalan perjuangan,” paparnya.

Hal senada disampaikan pemuda tani SPI dari Sumatera Barat, Ali Padri. Ia menyampaikan tantangan saat ini adalah meyakinkan para pemuda yang telah pergi ke kota untuk kembali pulang ke desa-desa dan memberikan mereka harapan.

“Kita akan memperkuat pengorganisasian pemuda tani di pedesaan. Membangun aliansi dengan pemuda di perkotaan. Kemudian mendorong keterlibatan kuat mereka dalam perjuangan-perjuangan petani dari tingkal lokal, nasional hingga internasional,” tutupnya.