SPI Tegaskan Dukungan untuk Palestina dalam Solidaritas Internasional “All Eyes on Gaza”

Serikat Petani Indonesia (SPI) menegaskan komitmen dalam membela keadilan dan kemanusiaan global dengan berpartisipasi dalam webinar internasional bertajuk “All Eyes on Gaza” pada 26 Juni 2025. Webinar ini diselenggarakan oleh La Via Campesina sebagai ruang solidaritas internasional untuk menyerukan penghentian genosida dan kepalaran yang tengah terjadi di Gaza, Palestina.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, yang hadir sebagai pembicara dalam sesi regional Asia, menyampaikan bahwa UNDROP (Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani dan Orang-orang yang Bekerja di Pedesaan) bisa menjadi instrumen untuk menekan Israel atas apa yang mereka lakukan.

“Deklarasi PBB ini bisa kita gunakan untuk menekan Israel bahwasanya mereka telah melakukan perusakan terhadap tanaman – tanaman, sumber pangan, dan merampas tanah petani di Palestina. Karena di dalam UNDROP jelas sekali bahwa petani dan orang-orang yang bekerja di pedesaan punya hak terhadap tanahnya, airnya, kekayaan alamnya, dan kehidupan,” ujar Henry.

“Dari hati yang paling dalam kami petani Indonesia dan rakyat Indonesia, terus berjuang sampai palestina merdeka, kemudian bisa membangun kedaulatan pangan, dan bersama-sama dengan rakyat dunia menyelamatkan alam ini dan membuat keadilan sossial bagi seluruh rakyat dunia,” pungkas Ketua Umum SPI tersebut.

Sementara itu, Koordinator Internasional La Via Campesina untuk Asia Tenggara dan Asia Timur, Zainal Arifin Fuad, menyampaikan pesan solidaritasnya melalui video yang ditayangkan dalam webinar. Ia menyoroti bahwa apa yang terjadi di Palestina bukan hanya penjajahan, tetapi juga genosida yang dilakukan secara sistematis.

“Israel menggunakan kelaparan dan pangan sebagai senjata untuk membunuh orang-orang yang kelaparan. Karena itu, inilah saatnya bagi kita semua di seluruh dunia untuk bersatu, memberi dukungan dan solidaritas kepada rakyat Palestina, terutama yang ada di Gaza,” ujar Zainal yang juga menjabat sebagai sebagai Kepala Departemen Luar Negeri SPI.

Ia menutup pernyataannya dengan seruan agar komunitas internasional, termasuk gerakan petani global, terus menggalang kekuatan melawan ketidakadilan yang tengah berlangsung tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Mahmud Zulfikar Rachman, petani muda dari SPI Indramayu, menekankan pentingnya membangun kesadaran lintas generasi tentang perjuangan Palestina.

“Dari saya pribadi, hal yang saya lakukan adalah melakukan boikot terhadap produk dari perusahaan yang memberikan royaltinya kepada Israel. Bagi saya, mengonsumsi produk boikot tersebut sama halnya dengan mendukung genosida yang saat ini terjadi di Palestina,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri sesinya, Zulfikar mengutip kalimat dari presiden pertama Indonesia, Soekarno, terkait Palestina. “Seperti apa yang dikatakan oleh Presiden Soekarno, selama Palestina belum merdeka, selama itu kolonialisme masih ada di dunia. From river to the sea, Palestine will be free!

Webinar ini juga menghadirkan langsung suara dari Palestina serta para peserta Konvoi Soumoud, sebuah solidaritas berbentuk konvoi dengan peserta yang berasal dari berbagai negara, terutama dari kawasan Afrika Utara seperti Tunisia, Aljazair, Maroko, Mauritania, dan Libya. Mereka menempuh perjalanan darat melalui Libya dan Mesir menuju perbatasan Rafah.

Sebagai penutup webinar, Morgan Ody, Koordinator Umum La Via Campesina, menyampaikan penghormatan dan dukungan penuh kepada para petani Palestina, khususnya yang tergabung dalam Union of Agricultural Workers Committee (UAWC).

“Pikiran kami sepenuhnya tertuju kepada kawan-kawan di Palestina, baik di Gaza maupun di West Bank, khususnya kawan-kawan dari UAWC. Mereka melakukan pekerjaan luar biasa dalam melindungi tanah bagi petani Palestina, memperjuangkan hak atas air, dan terus membangun kembali infrastruktur setiap kali dihancurkan,” ungkapnya.
Morgan menutup solidaritas dalam bentuk webinar ini dengan menyerukan pentingnya memperluas gerakan solidaritas global.

“Ini adalah tugas kita sebagai gerakan sosial untuk meningkatkan mobilisasi di seluruh dunia dan memastikan bahwa nilai-nilai keadilan dan solidaritas menang. Terima kasih banyak atas partisipasinya, dan sampai jumpa di garis perjuangan. Globalize the struggles, globalize hope!

ARTIKEL TERKAIT
Krisis Kelaparan di Gaza: Bukan Tragedi, Tapi Senjata Perang...
Dari Tanah Indonesia untuk Tanah Palestina, SPI Nyatakan Duk...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU