Aksi petani SPI peringati hari pangan se-dunia

697862Sekitar 100 petani perempuan Serikat Petani Indonesia (SPI) berkumpul di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta (16/10). Mereka melakukan aksi damai dengan berjalan mengitari bundaran HI.

Dalam aksi tersebut para petani menyampaikan tuntutannya agar pemerintah segera menegakkan kedaulatan pangan dan tidak melakukan impor pangan. Selain itu, para petani juga mengeluhkan terpinggirkannya petani, khususnya petani perempuan. Sekitar 70 persen sektor pertanian digeluti perempuan, nasib petani perempuan sungguh memprihatinkan, mengingat makin maraknya produk pertanian yang mengandung bahan kimia yang dapat merusak tubuh dan alat reproduksi. Oleh karena itu, pemerintah harus menggalakan pertanian organik yang lebih menyehatkan dan ramah lingkungan.

‚ÄúSemoga kita bisa terbebas dari produk pertanian yang mengandung bahan kimia, ketergantungan terhadap benih-benih yang diproduksi oleh perusahaan transnasional, merusak tanah, dan yang terpenting merusak kesehatan keluarga, sistem agraria tersebut telah membuat petani tergantung pada perusahaan benih, pestisida, dan pupuk. Akibatnya, petani sistem tradisional turut hancur”, ujar Wilda Tarigan, Ketua Departemen Petani Perempuan SPI.

Lebih lanjut Iin, petani perempuan dari Jogyakarta, dalam orasinya menyampaikan ia akan mengembangkan sistem pertanian yang bebas ketergantungan dari perusahaan transnasional penghasil pupuk, benih, dan pestisida, serta akan menghasilkan produk pertanian yang menyehatkan keluarga dan lingkungannya. Dengan begitu warga desa bisa kembali ke pekerjaan sehari-hari menyediakan pangan sehat dan pangan lokal yang berbasis kedaulatan pangan.

Dalam aksinya, massa membawa hasil pertanian organik, pisang, kangkung, bayam, dan produk organik lainnya. Disamping itu juga ada aksi teaterikal,untuk mengusir korporasi asing dari tanah Indonesia. Teatrikal itu juga menggambarkan betapa petani perempuan sangat tergantung dengan produk pertanian yang banyak mengandung bahan kimia yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi mereka.

ARTIKEL TERKAIT
Petani dan Buruh Bersatu Lawan Korporatisasi Petani dan Buruh Bersatu Lawan Korporatisasi
Sembalun Berduka, Banjir Luluh Lantakkan Pertanian
Komnas HAM: Konflik REKI-Petani, Ada Indikasi Pelanggaran HA...
#EndWTO: 5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO #EndWTO: 5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU