Bincang Perdana Pacsa-Kongres, SPI Tekankan Penguatan Basis

Serikat Petani Indonesia (SPI) kembali menggelar kegiatan Bincang-bincang bersama Ketua Umum secara daring pada Jumat, 1 Agustus 2025. Ini merupakan sesi perdana setelah Kongres V SPI yang telah diselenggarakan pada 20–25 Juli lalu. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk berbagi cerita dan memperkuat semangat perjuangan, mulai dari tingkat basis, cabang, wilayah, hingga pusat.

Kegiatan dipandu langsung oleh Henry Saragih selaku Ketua Umum SPI. Para peserta menyampaikan berbagai cerita, evaluasi, dan rencana program kerja di masing – masing daerah. Diskusi pun mengalir mulai dari isu-isu strategis seperti reforma agraria, hingga persoalan-persoalan yang dihadapi petani di lapangan. Momen ini sekaligus menjadi ajang untuk memastikan arah perjuangan SPI ke depan tetap sejalan dengan mandat kongres.

“Berdasarkan pengalaman SPI di berbagai basis, keberhasilan tidak datang secara serta merta, tetapi melalui proses panjang dan pengorganisasian yang kuat,” ujar Henry.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan terbesar sekaligus jantung dari SPI ada pada basis. Tidak seperti program pemerintah yang didorong dari atas ke bawah atau disebut top-down, SPI adalah organisasi perjuangan dari bawah ke atas. Itulah kenapa semua dimulai dari basis.

“Kongres ini luar biasa karena berhasil merumuskan berbagai target, yang pada dasarnya mengajak kita untuk kembali memandang dan memperkuat basis sebagai fondasi perjuangan,” imbuhnya.

Kegiatan bincang-bincang ini menghasilkan beberapa tindak lanjut, salah satunya pembahasan lebih lanjut terkait strategi perjuangan untuk tanah ulayat seperti di Yogyakarta dan Sumatera Barat. Diskusi juga menyoroti pentingnya strategi lokal dalam menghadapi tantangan di masing-asing daerah yang pastinya berbeda-beda.

Dalam penutupannya, Henry kembali menekankan untuk terus membangun dan memperkuat basis sebagai fondasi perjuangan SPI. Karena dari basis – basis inilah koperasi petani tumbuh dan alat produksi pertanian dapat diadakan secara kolektif. Ia juga menegaskan bahwa perjuangan agraria di tanah masyarakat adat harus dijalankan dengan memperkuat posisi dan kapasitas masyarakat adat itu sendiri, serta didukung oleh pemahaman yang kuat atas hukum-hukum agraria, sesuai dengan target SPI dalam GBHO untuk mereklaim dua juta hektar lahan.

ARTIKEL TERKAIT
1 KOMENTAR
  1. Supardi berkata:

    Semogah Spi tetap solid dalam reporma agraria

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU