DPW SPI Sumut gelar pendidikan kesehatan mandiri

MEDAN. Biro Petani Perempuan Badan Pelaksana Wilayah (BPW) Serikat Petani Indonesia(SPI) Sumatera Utara (Sumut) menggelar pendidikan kesehatan mandiri bagi para petani anggota SPI Sumut di kantor Dewan Pengurus Wilayah (SPI) SPI, di Jalan Eka Rasmi III no. 8 Medan. Pendidikan yang berlangsung pada 9 – 11 Maret 2010 ini bertujuan untuk menambah pengetahuan mengenai kesehatan dan penanggulangan secara mandiri jika kita terserang penyakit.

Saat ini banyak masyarakat dihadapkan kepada mahalnya biaya pengobatan. Banyak slogan-slogan beredar di masyarakat yang dapat menggambarkan sulitnya menjangkau biaya pengobatan seperti ‘Sehat Itu Mahal’ sampai kepada ‘Orang Miskin Dilarang Sakit’. Riri Novita Sari, Kepala Biro Petani Perempuan pada saat pendidikan ini berlangsung mengatakan bahwa fasilitas kesehatan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat kurang mampu sulit untuk dijangkau. “Bahkan aturan dan persyaratan yang justru memberatkan jika sampai harus dirawat di rumah sakit. Padahal kesehatan itu merupakan hak bagi setiap individu namun kenyataan yang dihadapi sekarang, kesehatan itu mahal”. Dia mengharapkan dengan pendidikan ini, para petani anggota SPI mampu menerapkan kesehatan mandiri di lingkungan keluarganya dan tidak menutup kemungkinan sampai di lingkungan tempat tinggal mereka.

Pendidikan yang berlangsung selama tiga hari ini berupaya untuk memberikan gambaran kepada para peserta bahwa sebenarnya ada banyak cara untuk menanggulangi penyakit dan tidak harus mengkonsumsi obat-obatan yang justru mengandung bahan-bahan kimia yang sangat berbahaya bagi tubuh kita bahkan sampai memutuskan ketergantungan terhadap dunia medis. “Sayang sekali ketika kita sudah mengkonsumsi makanan organik namun harus memakan obat-obatan yang juga merupakan bahan kimia berbahaya” tegas Abdul Jalil yang bertindak sebagai fasilitator dalam kegiatan ini.

Pendidikan kesehatan mandiri ini berisikan materi-materi mengenai ilmu kesehatan akupresur yang merupakan seni kesehatan yang berkembang di Negri China dan juga materi mengenai kesehatan reproduksi mengingat saat ini tingkat kematian yang tinggi pada perempuan yang diakibatkan dari ketidakpahaman mereka mengenai alat-alat reproduksi sampai kepada hal untuk merawat kesehatan reproduksi tersebut.

Puluhan peserta pendidikan ini merasa bahwa pendidikan kesehatan mandiri ini sangat penting bagi diri sendiri, keluarga bahkan dapat diterapkan di lingkungan tempat tinggal mereka. Fatimah Hasna, peserta dari Padang Lawas, mengatakan pendidikan seperti ini sangat penting dilakukan. “Selain menambah pengetahuan kita mengenai dunia kesehatan, ternyata kita juga dapat mengobati diri kita sendiri, keluarga bahwa orang-orang di sekitar kita melalui teknik-teknik akupresur yang diajarkan. Dan yang lebih penting dapat mencegah ketergantungan kita terhadap obat-obatan kimia” ujarnya. Bahkan seluruh peserta mengharapkan akan ada pendidikan lanjutan mengenai kesehatan mandiri ini.

ARTIKEL TERKAIT
Another Indonesia is Possible: Indonesia Tanpa Neoliberalisme Another Indonesia is Possible: Indonesia Tanpa Neoliberalism...
Menteri PPN Andrinof A. Chaniago : Selamat Ulang Tahun ke-17...
SPI audiensi dengan Menteri Pertanian untuk mendorong perlin...
Berita Foto: Aksi Pemuda Peduli Pangan Berita Foto: Aksi Pemuda Peduli Pangan
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU