Lagi, 40 Hektar Lahan Petani SPI Kampar Digusur

SPI_Kampar_Riau

KAMPAR. Perampasan lahan petani kembali terjadi, kali ini menimpa petani Serikat Petani Indonesia (SPI) di Desa Kota Garu, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau. Menurut keterangan Misngadi, perwakilan SPI Riau, lahan petani yang ditanamai kelapa sawit mulai digusur oleh oknum PT Sekar Bumi Alam Lestari (SBAL) sejak 06 November 2014.

“Mereka datang pakai eskavator dan meratakan sawit dengan tanah, bukan itu saja mereka juga menyewa preman untuk memanen sawit milik kami petani. Karena kami melawan akhirnya mereka tidak jadi merubuhkan gubuk-gubuk rumah kami, tapi sawit yang jadi sumber mata pencaharian kami sudah habis semua,” kata Misngadi ketika dihubungi via telepon (09/11).

Misngadi menjelaskan, pihak perusahaan mengklaim lahan milik petani adalah lahan yang termasuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaannya. Padahal lahan itu murni milik petani yang didapat dari warisan ninik-mamak.

“Sejak akhir tahun 87-an petani sudah berproduksi disini. PT. SBAL datang sekitar tahun 1994 dan mengajukan HGU-nya seluar 350 hektar. Lama-kelamaan, tanpa diketahui oleh petani, pihak PT SBAL sudah mengklaim kalau lahan yang selama ini ditanami petani juga termasuk ke dalam HGU perusahaannya, dan mulai mengintimidasi kami,” papar Misngadi.

Oleh karena itu Misngadi mendesak pihak kepolisian dan pihak terkait lainnya untuk menindak PT SBAL yang sudah menghancurkan sumber penghidupan petani.

“Kami akan segera melaporkan tindakan sewenang-wenang PT SBAL ini ke pihak kepolisian, karena selain merusak dan menghancurkan tanaman, oknum mereka juga ada yang melakukan kekerasan berupa pukulan ke kepala seorang petani,” tambah Misngadi.

ARTIKEL TERKAIT
Pusdiklat Pertanian Organik Bogor
Pemuda Tani Berperan Besar dalam Kemajuan Masyarakat Tani In...
Pidato Politik Henry Saragih Dalam Acara Petisi Kedaulatan P...
Petani Desa Kenconorejo, Wonorejo, Wonokerso dan Ponowareng ...
2 KOMENTAR
  1. Buat pak misngadi dan seluruh petani di kampar jangan menyerah pak,berjuang terus tuntut hak kita kita petani kecil memang dianggap boneka oleh mereka yang serakah akan uang dan gila akan kekuasaan yang ada ditangannya mereka merasa bahwa langit yang tampak hanyalah langit mereka dan mereka lupa bahwa masih ada kita yang juga bernaung dibawahnya,semangat terus pak……Salam SPI.

  2. apakah tidak ada pembicaraan sebelumnya ? apa langsung gusur saja ?

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU