
HULU SUNGAI SELATAN. Serikat Petani Indonesia (SPI) Hulu Sungai Selatan mengadakan Musyawarah Cabang ke dua di Desa Banua Hanyar, Kec. Daha Selatan pada Jumat (11/07/2026). Tema yang diusung kali ini adalah “Bersama Koperasi Petani Indonesia Kita Berdaulat Pangan.”
Acara ini menjadi ajang silahturahmi dan berdiskusi membahas tentang pertanian, mulai dari sisi penanaman, tantangan yang sedang dihadapi, maupun membahas pasar hasil panen melalui koperasi petani Indonesia.
Turut hadir pula Ketua DPW SPI Kalimantan Selatan yang memberikan kan sambutan pembuka. Dalam sambutannya, beliau mengajak berdiskusi dan mencari solusi bersama dari masalah yang sedang dihadapi oleh petani di HSS, khususnya wilayah Nagara Daha. Selain berdiskusi dan mendengar keluh kesah petani, Ketua DPW SPI Kalsel Dwi Putra Kurniawan mengajak untuk berjuang bersama, dan nantinya masalah yang ada akan disuarakan dalam forum nasional Kongres V Serikat Petani Indonesia (SPI) yang akan dilaksanakan di Jambi dalam bulan Juli ini.
Dari diskusi bersama, didapatkan beberapa poin penting yang nantinya akan disuarakan dalam forum kongres, yaitu: konflik petani dengan perusahaan tentang kanal air, pupuk subsidi yang dipangkas, serta adanya ketimpangan sosial antara petani dengan instansi pemerintah daerah.
Melalui muscab ini, terpilih saudara Bakeri menjadi Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kab. Hulu Sungai Selatan.
“Kita menaruh harapan besar kepada pihak-pihak terkait agar adanya rehabilitasi dan pemeliharaan kanal air, perbaikan distribusi pupuk, dan meminimalisir sekecil mungkin adanya ketimpangan sosial yang ada,” ujat Bakeri dalam pidatonya.
“Di era modernisasi dan digitalisasi, anak muda memilih merantau dari pada bertani. Dan kami mengajak kembali melalui forum ini agar bisa memberi motivasi dan edukasi ke anak muda untuk tetap mau bertani dengan mengoptimalkan teknologi yang mereka kuasai,” tambahnya.