Tak Jadi Prioritas di RAPBN 2015, SPI Sarankan Presiden Terpilih Naikkan Anggaran Pertanian

JAKARTA. Dalam pidato nota Keuangan dan RAPBN 2015 pada 16 Agustus 2014, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan besaran anggaran Kementerian Pertanian sebesar Rp 15.8 triliun. Menanggapi hal ini, Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih menyampaikan agar presiden terpilih Joko Widodo menaikkan besaran anggaran pertanian, sesuai dengan janji kampanyenya yang ingin menegakkan kedaulatan pangan, membangun pertanian dan mensejahterakan petani Indonesia.

“DI RAPBN 2015, anggaran pertanian tidak masuk ke dalam tujuh kementerian yang anggarannya paling tinggi. Memang anggaran pertanian sudah naik dari tahun 2004 yang masih sebesar Rp 2,9 triliun, tapi jumlah ini masih jauh jika dibandingkan dengan anggaran pendidikan Rp 67,2 triliun, anggaran kesehatan Rp 47,4 triliun, atau anggaran Kementerian Agama yang sebesar Rp 50,5 triliun. Urusan pertanian adalah  urusan pangan, urusan perut manusia, tidak mungkin sehat dan berpendidikan maju kalau urusan makanannya tidak baik, ” papar Henry di Jakarta siang ini (18/08).

Henry menegaskan angka Rp 15,8 triliun tidak akan maksimal untuk merealisasikan program pertanian Jokowi-JK seperti peningkatan hasil produksi pangan, daulat benih dan pupuk organik, pembukaan satu juta lahan baru di luar Jawa, hingga pembuatan bank petani.

“Sektor pertanian juga terbukti menjadi mata pencaharian andalan sebagian besar penduduk Indonesia, yang pada bulan Februari 2014 lalu (berdasarkan data BPS, red) tercatat sebesar 40,83 juta orang menggantungkan kehidupannya pada sektor ini,” ungkap Henry.

Oleh karena itu, Henry menyarankan agar presiden terpilih mengadakan peninjauan ulang terhadap RAPBN Pertanian 2015 ini melalui RAPBN-P.

“Anggaran pertanian itu seharusnya jumlahnya tidak berbeda jauhlah dengan anggaran untuk pendidikan,” ungkapnya.

Henry menambahkan, presiden dan wakil presiden terpilih Jokowi-JK jangan sampai mengulangi kesalahan pemerintahan SBY selama 10 tahun.

“Sudah cukuplah SBY saja yang menghilangkan lima juta rumah tangga petani selama 10 tahun pemerintahannya,“ tambahnya.

 

Kontak lebih lanjut:

Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668 

Ada 1 komentar

  1. Nama m.yunus berkata:

    sangat di harapkan kepada bapak presiden terpilih jokowidodo,untuk lebih memperhatikan di sektor pertanian,mengingat indonesia negara agraris,khususnya di kabupaten bener meriah,aceh tengah prov.aceh dimana pak jokowidodo pernah berdomisili beberapa tahun yang lalu semasa PT.KKA jaya,mayoritas petani kopi hampir 99%,yang sangat penting peningkatan sektor pemasaran dan benih unggul,dan bukan prodak luar negeri,juga yg tidak kalah pentingnya lagi sapu bersih koruptor baik pejabat maupun pengusaha karena merakalah yg membuat negara miskin pengangguran meningkat masyarakat melarat biaya hidup jadi sekarat,kesenjangan sosial meningkat karena ulah pengusaha biadab di dukung pejabat penegak hukum tidak kuat karena 90% makan suap terutama pejabat nya yang berpangkat tinggi anak buah jadi tukang lihat mau melapor takut pangkat terhambat alhasil di tutup mulut rapat-rapat mampus lah rakyatulah oknum pengusaha,pejabat dan penegak hukum yg kesemuanya tidak amanah sesuai undang-undang konstitusi.ketua SPI bener meriah