Menuju 20 Tahun La Via Campesina, 1993-2013

 25 Januari 2013        SPI

La Via Campesina - Latin Amerika

JAKARTA. Di tahun 2013 ini, La Via Campesina, gerakan petani kecil internasional akan merayakan ulang tahunnya ke-20. Tepat dua dasawarsa lalu, pada tahun 1993 sekelompok petani kecil berkumpul di Mons, Belgia dan bersepakat untuk membuat sebuah gerakan petani yang mampu menyuarakan kepentingan petani (kecil) di setiap penjuru dunia.

Pada saat itu, agribisnis dan kebijakan-kebijakan pertanian semakin mengglobal dan dicengkeram oleh kekuatan kapitalis dan neoliberalis. Padahal para petani kecil juga ingin agar suara dan aspirasi mereka didengar, dan ingin berperan langsung dalam menentukan kebijakan-kebijakan pertanian yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka.

Selama 20 tahun terakhir ini, perjuangan organisasi-organisasi tani tingkat nasional telah diperkuat dengan menjadi bagian dari gerakan petani internasional yang terinspirasi oleh perjuangan bersama, solidaritas, dan dukungan dari organisasi lain.

Koordinator Umum La Via Campesina Henry Saragih mengemukakan, La Via Campesina saat ini diakui sebagai aktor utama persoalan pangan dan pertanian global.

“Alhamdulillah, La Via Campesina saat ini juga menjadi rujukan dari banyak institusi global seperti FAO (Food and Agriculture Organization – Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia, IFAD (International Fund for Agricultural Development – Pendanaan Internasional untuk Pengembangan Pertanian), UNFCCC (United Nations Framework Convention on Climate Change – Organisasi PBB tentang Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim), UN-CFS (United Nations Committe on Food Security-Komite PBB tentang Ketahanan Pangan), Dewan HAM PBB, CBD (The Convention on Biological Diversity-Konvensi Keanekaragaman Hayati), dan lainnya. Selain itu sudah cukup dikenal oleh organisasi sosial dunia lainnya” ungkap Henry di Jakarta (23/01).

Henry juga menyampaikan saat ini La Via Campesina telah menjadi salah satu kunci gerakan global dunia. Organisasi yang kantor pusatnya berada di Jakarta ini beranggotakan sekitar 150 organisasi tani dari 70 negara yang tersebar di Afrika, Amerika, Asia, dan Eropa yang bersama-sama mewakili sekitar 200 juta keluarga tani di seluruh dunia dalam bingkai perjuangan yang sama, untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan pembaruan agraria.

Perjuangan La Via Campesina sendiri dalam 20 tahun ini antara lain meliputi usaha mempertahankan sistem pangan sehat bagi masyarakat lokal yang mampu menghidupi petani kecil; mempromosikan model pertanian keluarga tani kecil yang berbasiskan agroekologi yang adil dan berkelanjutan untuk generasi mendatang; pengakuan hak asasi petani – baik perempuan dan laki-laki – di seluruh dunia, yang saat ini memberi makan 70% masyarakat dunia untuk memiliki kehidupan yang bermartabat tanpa ancaman kriminalisasi; menjamin akses masyarakat ke sumber kekayaan alam seperti tanh, air, bibit, benih, ternak dan hal-hal lain yang mendukung produksi pangan secara agroekologis; dan menolak tegas pertanian berbasiskan agribisnis yang dijalankan oleh perusahaan transnasional yang mendukung model pertanian neoliberal dan berbasiskan pasar yang hanya menyengsarakan petani kecil.

Selanjutnya, La Via Campesina telah mengambil langkah-langkah signifikan dalam mempromosikan kedaulatan pangan dan pertanian berbasiskan keluarga tani kecil sebagai solusi terhadap krisis pangan dan iklim global.

LVC-Africa

“Kedaulatan pangan adalah jantung dari perubahan yang dibutuhkan untuk membangun masa depan yang kita inginkan, dan merupakan jalan yang nyata-satunya yang mungkin bisa memberi makan seluruh umat manusia dan tetap melestarikan bumi pertiwi. Agar kedaulatan pangan tercapai, pembaruan agraria sejati jelas dibutuhkan, untuk mengubah sistem dan hubungan struktural yang mengatur sumber daya seperti tanah, benih dan air,” papar Henry yang juga Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI).

Ketika krisis iklim semakin buruk, La Via Campesina telah menegaskan dalam setiap forum-forum global bahwa pertanian agroekologis berbasiskan petani kecil yang berhasil mendinginkan planet ini, menjaga ekosistem, menyediakan lapangan pekerjaan dan menyediakan pangan bagi mereka yang kurang mampu. La Via Campesina meyakini, untuk menciptakan perubahan sosial yang masif harus terbangun aliansi dan kerjasama yang kuat sektor-sektor lain dalam masyarakat.

“Oleh karena itu, La Via Campesina mengajak semua pihak untuk mendukung perjuangan mulia ini, agar upaya-upaya yang dilakukan semakin intensif, seperti upaya meningkatkan advokasi untuk kedaulatan pangan dengan lembaga global dan pemerintah nasional, untuk melestarikan keanekaragaman hayati dan mempertahankan kedaulatan benih petani, untuk mendinginkan planet dengan memperluas pertanian berbasiskan petani kecil melalui agroekologi, Untuk meningkatkan perjuangan pemulihan sumber daya alam seperti tanah, air dan benih, hingga menegakkan pembaruan agraria sejati,” tambah Henry.

Ada 1 komentar

  1. aris supriyono berkata:

    Kami spi pati jawa tengah sangat berharap kedaulatan pangan dunia dapt terwujud. Sejahtera menjadi mimpi kami sbg petani kecil