Tujuh Ribuan Petani SPI Gedor Istana Negara

JAKARTA. Sekitar tujuh ribuan petani dari Serikat Petani Indonesia (SPI) menggelar aksi damai turun ke jalan untuk memperingati perayaan Hari Tani Nasional ke-51 di Jakarta, mulai pagi tadi (24/09). Ribuan massa petani ini berasal dari beberapa kabupaten di Jawa Barat dan Banten.

Abay Haetami, petani SPI dari Kabupaten Lebak, Banten mengungkapkan bahwa dirinya telah datang pada dini hari bersama seribuan massa petani SPI dari Lebak.

“Kami dari Lebak, sangat bersemangat datang ke Jakarta untuk bersama-sama petani lainnya dari Jawa Barat dan Banten untuk merayakan hari rayanya kaum tani ini. Semoga dengan perayaan Hari Tani Nasional ke-51 ini pemerintah semakin sadar bahwasanya kami petani adalah kaum yang memang perlu benar-benar diperhatikan, karena kami salah satu penyangga ekonomi dan kesejahteraan negeri ini,”  tuturnya.

Sementara itu, Fauzan Kreyo, petani SPI asal Cirebon menyatakan bahwa Hari Tani Nasional ini wajib hukumnya untuk dirayakan oleh kaum tani di Indonesia.

“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi kami petani, karena pada hari inilah 51 tahun yang lalu, Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) disahkan, UU inilah yang menjadi dasar dan pedoman bagi kaum tani di Indonesia,” tutr Fauzan yang kali ini bertindak sebagai komandan BAKTI (Badan Aksi Tani ) SPI.

Sekitar pukul delapan pagi massa sudah siap berkumpul di Mesjid Istiqlal dan kemudian bergerak bersama menuju istana negara. Dimulai dengan berdoa dan menyajikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, petani memulai long march menuju istana negara di kawasan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Dengan meneriakkan yel-yel dan lagu perjuangan, setiap petani SPI terlihat begitu bersemangat mengikuti aksi menyambut Hari Tani Nasional ke-51 ini.

Marwiyah, petani perempuan SPI asal Sukabumi mengemukakan bahwa dia dan keluarganya telah cukup lama mempersiapkan diri untuk melakukan aksi hari ini.

“Kami sadar bahwa diperlukan kesatuan yang kuat untuk masa depan petani yang lebih sejahtera, oleh karena itu kami telah mempersiapkan diri untuk mengikuti aksi ini sejak beberapa bulan yang lalu. Kami melakukan swadaya untuk bisa sampai di Jakarta ini dan merayakan Hari Tani Nasional ini. Kalau bukan kami petani, jadi siapa lagi yang akan merayakannya,” tutur ibu dua anak ini.

Henry Saragih, Ketua Umum SPI mengungkapkan bahwa SPI akan terus merayakan peringatan Hari Tani Nasional ini setiap tahunnya, karena ini adalah suatu momen untuk menggalang kebersamaan kaum tani se-Indonesia, sekaligus momen untuk menyampaikan aspirasi kaum tani langsung kepada pemangku kekuasaan.

“Kalau tahun ini massa kita sekitar tujuh ribuan, tahun depan insya Allah akan bertambah beberapa kali lipatnya. Selain di Jakarta, petani-petani di seantero negeri ini juga merayakan Hari Tani Nasional ini, seperti di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Lampung, Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timu, hingga ke Papua, Kalimantan dan Sulawesi, ” jelas Henry yang juga koordinator umum La Via Campesina (gerakan petani internasional).

Sekitar pukul 09.30 wib, massa petani telah sampai di depan istana presiden. Setelah menyampaikan tuntutannya, perwakilan massa aksi yang dipimpin oleh Henry Saragih kemudian diterima oleh Felix Wanggai (Staf Khusus Presiden Bidang Pembangunan Daerah dan Otonomi Daerah) dan Daniel Sparingga (Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik).

Selain SPI, aksi Hari Tani Nasional kali ini juga diikuti beberapa gerakan sosial lainnya seperti Aliansi Petani Indonesia (API ),  Serikat Petani Pasundan (SPP), Serikat Nelayan Indonesia (SNI ), Serikat Buruh Indonesia (SBI), Lingkar studi Aksi Demokrasi Indonesia (LSADI),  Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Bina Desa, Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), Kom. Kajian dan Lakuna Bina Bangsa, GMI, DPN KB Marhaenis, Pemuda Demokrat, KASBI , Perhimpunan Rakyat Pekerja (PRP), Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia (ISMPI), Forum Komunikasi Mahasiswa Pertanian Indonesia (FKMPI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

 

ARTIKEL TERKAIT
Hak-Hak (Petani) Perempuan di Sektor Perkebunan Kerap Diabai...
Hari Perjuangan Petani Internasional: Tegakkan Hak Asasi Pet...
Penduduk Desa Masih Lebih Miskin Daripada Penduduk Kota
Sumatera Utara Gelar Petisi Kedaulatan Pangan Rakyat Indones...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU