Momen Historis #HariTani, Presiden Akan Rayakan Hari Tani Nasional 2015 Bersama Petani

JAKARTA. Rakyat Indonesia memperingati Hari Tani Nasional (selanjutnya disebut #HariTani) setiap tanggal 24 September. Peringatan ini merupakan momen historis bagi kaum tani, karena hak-hak petani dan peran penting mereka diakui oleh negara.

Petani juga merayakan UU Pokok Agraria 1960 yang merupakan payung hukum hak atas tanah. Semuanya termaktub dalam Keppres No. 163 tahun 1963 yang dikeluarkan oleh Presiden RI Soekarno.

Serikat Petani Indonesia (SPI) selalu merayakan #HariTani dengan suka cita sejak 1998. Tahun ini, momen historis tahun 1963 tersebut akan berulang. Presiden RI Joko Widodo akan datang merayakan #HariTani langsung bersama petani di Cibaliung, Banten.

“Ya, kita baru dapat konfirmasi dari Istana. Kami siarkan kabar baik ke seluruh kaum tani, juga seluruh rakyat Indonesia, Presiden Jokowi akan merayakan #HariTani tahun ini langsung bersama petani di Cibaliung, Banten, pada 27 September 2105, karena tanggal 24 September tahun ini bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha,” ujar Henry Saragih pagi ini (20/09).

Selama bertahun-tahun, #HariTani sepi dari perhatian pemerintah. Perayaan 24 September juga cenderung seremonial belaka, tanpa menyentuh substansi #HariTani tersebut.

“Intinya ‘kan hak atas tanah. Petani ingin bangkit, bekerja, tapi butuh tanah, air, benih yang memadai,” ujar Henry. “#HariTani tahun 2015 akan jadi tonggak percepatan pelaksanaan pembaruan agraria: mandat konstitusi, juga UU Pokok Agraria.”

Pembaruan agraria adalah redistribusi tanah, air, benih dan sumber-sumber agraria produktif. Selain di dalam UUD 1945 pasal 33 dan UU Pokok Agraria, ia juga menjadi salah satu prioritas Nawacita, program pemerintahan Presiden Joko Widodo. Nawacita menyatakan akan meredistribusi 9 juta hektar tanah di seluruh Indonesia, plus berbagai program terkait perbaikan hak atas air (terutama irigasi), pembangunan desa berdaulat benih dan desa organik.

“Sudah setengah abad pembaruan agraria tak dapat perhatian pemerintah. Tahun ini, kaum tani dan seluruh rakyat punya harapan besar dengan kepemimpinan Presiden Joko Widodo,” tambah Ketua Umum SPI tersebut.

Peringatan #HariTani secara nasional akan dilaksanakan di Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Pemilihan Cibaliung sebagai lokasi perayaan adalah pertimbangan sejarah.

“Cibaliung adalah salah satu tonggak perjuangan petani menegakkan hak atas tanah sejak dekade 1980-an,” terang Henry Saragih.

“Jadi klop. Momen historis #HariTani, Presiden Jokowi, dan ribuan kaum tani yang siap bersama-sama bekerja keras di atas tanah perjuangan tersebut.”

Henry pun melanjutkan, “Jika petani dapat tanah, air, benih, maka roda ekonomi desa berputar. Kedaulatan pangan akan tercapai. Pun, krisis ekonomi bukan jadi hal yang menakutkan lagi.”

Sementara itu, peringatan #HariTani juga akan dilaksanakan serempak di berbagai daerah mulai Aceh hingga Nusa Tenggara Timur, besok 21 September 2015.

“SPI di seluruh Indonesia mengajak Pemerintah Daereah laksanakan pembaruan agraria dan kedaulatan pangan. Artinya program pemerintah pusat harus juga diikuti oleh Pemda. Hal ini sesuai mandat UU Perlindungan Petani dan UU Pangan,” tutup Henry.

Sementara itu, peringatan perayaan #HariTani Nasional 2015 di Banten ini dilaksanakan oleh SPI bersama Aliansi Petani Indonesia (API), Wahana Masyarakat Tani Dan Nelayan Indonesia (WAMTI), Ikatan Petani Pengendali Hama Terpadu Indonesia (IPPHTI), didukung oleh Serikat Nelayan Indonesia (SNI), dan bekerjasama dengan LSM seperti Indonesian Human Rights Committee for Social Justice (IHCS), Yayasan Bina Desa Sadajiwa, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Farmer Initiative for Ecological Livelyhood and Democracy (FIELD) dan Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

 

===

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668

 

Pantau juga #HariTani di media sosial: Twitter @spipetani, Instagram @spipetani dan Facebook Serikat Petani Indonesia (facebook.com/serikat.petani.indonesia)