Panen Padi Agroekologi di Padang Pariaman: Meneguhkan Makna Kemerdekaan Petani

PADANG PARIAMAN. Basis Serikat Petani Indonesia (SPI) Sakayan Jauah di Jorong Balah Aia, Nagari Anduriang, Kecamatan 2×11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, melaksanakan panen padi agroekologi pada Minggu (16/8/2026).

Kegiatan panen ini menjadi refleksi bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa historis, tetapi juga sebagai perjuangan yang terus hidup dalam praktik sehari-hari petani, terutama dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian atas sistem produksi pertanian.

Lahan yang dipanen ini merupakan lahan terdampak bencana banjir dan longsor yang melanda wilayah Sumatera Barat pada November 2025 lalu. Namun, melalui upaya kolektif petani dan penguatan organisasi, kawasan ini perlahan bangkit. Salah satu bentuk pemulihannya diwujudkan melalui pengembangan Kawasan Daulat Pangan (KDP) berbasis agroekologi, yang kini mulai menunjukkan hasil nyata.

Padi yang dipanen ini ditanam sejak 30 April 2026, bertepatan dengan deklarasi KDP di wilayah tersebut. Sejak awal proses tanam hingga panen, petani di basis SPI Sakayan Jauah secara konsisten menerapkan agroekologi tanpa menggunakan input kimia eksternal.

Dalam praktiknya, para petani mengandalkan kemandirian produksi input pertanian dengan mengolah sendiri bokashi dan pupuk organik cair (POC) dari bahan-bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan ini tidak hanya menekan biaya produksi, tetapi juga memperkuat kontrol petani atas proses pertanian, sebuah langkah nyata menuju kemerdekaan dari ketergantungan pada input eksternal.

Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, rata-rata satu rumpun padi menghasilkan sekitar 33 batang. Sementara itu, ditemukan variasi jumlah batang dalam satu rumpun, mulai dari yang paling sedikit sebanyak 17 batang hingga yang terbanyak mencapai 45 batang.

Ketua DPW SPI Sumatera Barat, Rustam Effendy, menegaskan bahwa penerapan agroekologi merupakan bagian dari perjuangan petani untuk keluar dari ketergantungan terhadap sistem agribisnis yang eksploitatif. “Implementasi agroekologi adalah salah satu wujud kemerdekaan petani dari ketergantungan atas sistem agribisnis yang menghisap dan memperbodoh kaum tani. Menjadikan petani berdaulat dan pertanian yang rahmatan lil alamin,” ujarnya.

Perjuangan agroekologi dalam bentuk KDP adalah perlawanan atas penghisapan dan pembodohan. Lewat cara ini petani menyadari pentingnya kedaulatan tanah dan benih. Pengetahuan agroekologi yang akan terus dikembangan juga membangun kepercayaan diri petani atas diri mereka sendiri.

Dukungan terhadap praktik ini juga datang dari unsur pemerintahan nagari. Salah satu anggota Badan Musyawarah (Bamus) Nagari, Atmadelis, yang turut hadir dalam kegiatan panen, menyampaikan bahwa agroekologi memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih luas. “Kita akan upayakan agroekologi ini diterapkan lebih luas di nagari. Kegiatan semacam ini bagus karena membangun ulang kekompakan dan membantu mengurangi pengeluaran masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Basis SPI Sakayan Jauah, Agusnaini, menjelaskan bahwa hasil panen saat ini masih dalam tahap transisi dari sistem pertanian konvensional ke agroekologi. “Untuk hasil panen saat ini tidak jauh beda dengan metode konvensional. Tapi kami yakin produksi ke depannya akan lebih baik karena saat ini adalah fase transisi dari pertanian konvensional ke pertanian agroekologi yang bebas input kimia pabrikan,” jelasnya.

Ke depan, SPI Basis Sakayan Jauah berencana untuk memperluas penerapan agroekologi secara bertahap. Dengan potensi lahan sawah yang mencapai sekitar 5 hektare, upaya ini diharapkan dapat memperkuat kedaulatan pangan di tingkat basis sekaligus menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan berkeadilan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemerdekaan yang sejati bagi petani.

ARTIKEL TERKAIT
Petani Perempuan SPI Bengkulu Bentuk Tim Konsolidasi, Perkua...
Jejak Pendidikan Agroekologi SPI di Balangan, Kalimantan Sel...
SPI Gelar Pendidikan Agroekologi, sebagai Perjuangan Pembang...
SPI Himpun Pengalaman Internasional, Tegaskan Koperasi Petan...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU