Pemuda Tani Berperan Besar dalam Kemajuan Masyarakat Tani Indonesia

PALEMBANG.  “Pemuda tani memiliki andil yang cukup besar dalam memajukan masyarakat tani di Indonesia”. Hal ini disampaikan oleh Syahroni, Ketua Departemen Pendidikan Pemuda dan Kesenian Nasional, Badan Pengurus Pusat (BPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) pada saat membuka acara Kemah Pemuda Tani, di Palembang, Sumatera Selatan (15/06).

Syahroni mengemukakan bahwa acara kemah tani yang bertemakan tema “Peran Pemuda Tani untuk Kemajuan Organisasi Tani dan Perjuangan Agraria Sejati menuju Kesejahteraan dan Keadilan Sosial” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati hari lahir SPI yang ke-14 pada tanggal 8 Juli nanti. Acara ini diikuti oleh peserta dari tiga kabupaten di Sumatera Selatan yang meliputi kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Banyu asin dan beberapa peserta peninjau dari kota Palembang.

Lebih lanjut, dia menyampaikan, acara ini dibuat dengan memadukan kegiatan rileksasi, ketangkasan namun tetap bersifat ideologis agar peserta merasa nyaman dalam menjalankan kegiatan kemah selama 4 hari. Sehingga target acara ini tercapai, yaitu kader-kader pemuda tani bisa memahami realitas sosial yang terjadi, untuk kemudian mau terjun untuk melakukan pengorganisasian petani.

“Acara ini juga untuk mengenalkan SPI secara luas. Dalam kegiatan kemah pemuda tani ini juga ada sesi diskusi dengan kawan-kawan jaringan di kota Palembang tentang sinergi gerakan sosial dalam perjuangan agraria,” ungkapnya.

Syahroni menambahkan, rangkaian kegiatan dalam kegiatan kemah ini adalah pemberian materi  keorganisasian tentang sejarah perjuangan SPI, peran pemuda dalam gerakan petani dan politik agraria, serta perkembangan gerakan pemuda tani internasional.

“Ada juga sesi dimana pemuda tani  diajak melakukan kunjungan lapangan di kampung-kampung miskin di Kota Palembang dan sekitarnya, serta mengunjungi supermarket dan mall yang disinyalir merupakan tempat simbol kapitalisme. Peserta diharapkan dapat melihat bagaimana di dunia ini telah terjadi kontradiksi yang cukup tajam antara kondisi kemiskinan dan budaya kapitalisme. Kontradiksi ini akan dianalisis dan diekspresikan oleh peserta dalam bentuk tulisan, baik berupa artikel maupun karya seni seperti puisi, cerpen dan essai,” paparnya.

Sementara itu, Rohman Alqolami, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Selatan (Sumsel) menyampaikan, dengan kegiatan kemah seperti ini diharapkan bisa membangkitkan kesadaran kepada para pemuda-pemudi tani sebagai generasi SPI yang mau terlibat aktif dalam organisasi dan aktif menjalankan pertanian di kampungnya.

“Regenerasi kader sangat penting untuk menjaga kelangsungan organisasi SPI. Saya bangga, dengan adanya 25 kader pemuda-pemudi tani SPI yang ikut serta dalam kemah ini, akhirnya akan bertambah umur organisasi kita ini,” sambungnya.

Sebagai tradisi kemah pemuda SPI, dalam kesempatan ini juga dilaksanakan makan bersama di atas daun pisang antara pengurus, panitia dan peserta kemah pemuda tani, sebagai tanda kesatuan dan kesamaan dalam organisasi.

Zulfikar, peserta kemah pemuda dari Limbang Jaya menyampaikan bahwa dirinya sangat senang mengikuti kegiatan ini.

“Di samping mendapatkan materi keorganisasian, yang terpenting bagi saya adalah kesadaran saya tergugah setelah melakukan observasi lapangan lalu  bertemu dengan Pak Mardi seorang buruh tani di pinggir kota Palembang. Pilihan saya untuk mengabdi kepada SPI, petani dan pertanian menjadi semakin kuat, tuturnya.

Kegiatan kemah ini ditutup oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI, Henry Saragih, pada Minggu Malam, 17 Juni, pukul 23.00 wib. Prosesi penutupan dilakukan dengan acara menyayikan lagu Indonesia Raya, mars SPI, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Ikrar Pemuda Tani oleh perwakilan pemuda dan pemudi tani SPI, serta penyematan dan pemberian bendera SPI.

“Sudah saatnya generasi muda SPI ini diberi mandat untuk memajukan dan menjalankan roda organisasi,  mandat perjuangan petani serta mandat untuk melestarikan alam dengan cara bertani. Kibarkanlah bendera SPI ini di sekitar masyarakat tani, tegakkanlah bendera SPI ini di setiap jengkal tanah perjuangan SPI,” ungkap Henry pada saat penyematan dan pemberian bendera kepada peserta kemah pemuda tani yang kemudian dilanjutkan dengan berlari mengelilingi api unggun sebagai simbol gelora perjuangan SPI.

 

ARTIKEL TERKAIT
Pembaruan Agraria Membangun Peradaban Baru Masyarakat Dunia
aksi hari tani nasional 2016 di serdang bedagai sumatera utara Lagi, Petani SPI Serdang Bedagai Dikriminalisasi
SPI Jawa Barat: Tertibkan Tanah Terlantar dan Berikan Tanah...
SPI mengutuk penembakan petani di Ogan Ilir SPI mengutuk penembakan petani di Ogan Ilir
1 KOMENTAR
  1. megi berkata:

    aku anak seorang petani yg otomatis mejadi seorang tani ketika bapak ku meninggal..
    saya ingin menjadi anggot pemuda tani,,, bagaimana caranya

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU