Rayakan HUT-nya yang ke-22, Petani SPI dari 22 Provinsi Gelar Pertemuan Tani Daring Terbesar se-Indonesia, Minta Pemerintah Konsisten Tegakkan Kedaulatan Pangan

MEDAN. Di tengah masa pandemi covid-19, massa petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) dari 22 provinsi se-Indonesia menggelar pertemuan secara daring untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke-22. Acara disiarkan secara langsung dari sekretariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Sumatera di Medan (08/07) melalui aplikasi zoom dan facebook. Ribuan petani SPI yang online turut menghadiri perayaan ini.

Ketua Umum SPI Henry Saragih menyampaikan, acara HUT SPI ke-22 sengaja dilaksanakan di malam hari untuk kembali mengingat sejarah berdirinya SPI.

“Tepat 22 tahun yang lalu, 8 Juli 1998, SPI dideklarasikan di malam hari, di Kampung Dolok Maraja, Desa Lobu Ropa, Kecamatan Bandar Pulau, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kelahiran SPI adalah hasil dari perjalanan panjang perjuangan petani Indonesia demi memperoleh kebebasan untuk menyuarakan pendapat, berkumpul dan berorganisasi guna memperjuangkan hak-haknya yang telah ditindas dan dihisap yang menyebabkan kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan,” papar Henry di Medan (08/07).

Henry menegaskan, di usianya yang ke-22, SPI telah menjadi organisasi massa petani terbesar di Indonesia yang telah menelurkan beragam kebijakan yang pro petani kecil, baik di tingkat nasional hingga internasional.

“Kita tentu masih ingat dua tahun lalu, Deklarasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang Hak Asasi Petani dan Orang yang Bekerja di Pedesaan (United Nations Declaration on the Rights of Peasant and Other People Working in Rural Areas – UNDROP) telah disahkan di PBB. Ini tentu menjadi instrumen untuk menegakkan hak asasi petani,” lanjutnya.

Dalam pertemuan daring ini, Sebastian Anggal, perwakilan petani SPI asal Kisol, Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menambahkan, di tengah pandemi covid-19 pemerintah harus konsisten melaksanakan konsep kedaulatan pangan yang sudah jadi program prioritas Nawa Cita Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Kedaulatan pangan itu bisa tercapai dengan terus memperjuangkan pelaksanaan prinsip-prinsip kedaulatan pangan, yang meliputi; pelaksanaan reforma agraria, agroekologi, koperasi dan implementasi UNDROP. Kedaulatan pangan juga menempatkan keluarga petani sebagai soko guru dari pertanian di Indonesia. Prinsip ini sejalan dengan Dekade Pertanian Keluarga tahun 2019-2028 yang digagas PBB,” paparnya.

Ucapan Selamat dari Menteri Koperasi dan UMKM

Dalam kesempatan berbeda, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyampaikan ucapan selamatnya atas HUT SPI ke-22.

“Semoga SPI siap menjadi motor penggerak lahirnya koperasi-koperasi pangan, untuk mempercepat kesejahteraan petani dan memperkuat perekonomian nasional,” katanya.

#BebaskanJunawal

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Nasional Petani (MNP) Dewan Pengurus Pusat (DPP) SPI Mugi Ramanu, asal Jawa Tengah, mewakili seluruh petani SPI senusantara menyampaikan solidaritas atas didiskriminasinya Ketua SPI Kabupaten Tebo, Jambi, Junawal.

“Di tengah perayaan ini, saya mewakili seluruh petani SPI senusantara meminta pihak terkait untuk segera membebaskan Junawal dari segala dakwaan.

“Junawal hanya membela haknya dan hak saudara-saudaranya sesama petani yang dirampas oleh PT LAJ yang sudah merampas, menggusur tanah, pemukiman, dan kampungnya,” kata Mugi Ramanu.

Sementara itu, perayaan 22 Tahun SPI sendiri merupakan rangkaian acara yang diselenggarakan sepekan penuh sejak tanggal 08 Juli – 15 Juli 2020 di berbagai provinsi di Indonesia

Kontak selanjutnya:
Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668