Rio Dewanto Kunjungi Desa Mekar Jaya, Beri Solidaritas dan Dukungan bagi Petani SPI

Rio Dewanto di Mekar Jaya

Rio Dewanto foto bersama dengan petani SPI Mekar Jaya, Langkat, (08/12/2016)

MEDAN. Rio Dewanto, aktor kebanggaan Indonesia, menunjukkan komitmennya untuk mendukung penuh perjuangan petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara dengan langsung turun ke lahan konflik. Seperti diberitakan sebelumnya, PT Langkat Nusantara Kepong (LNK) menggunakan 1.500-an aparat untuk menggusur, menghancurkan, dan meratakan lahan serta pemukiman petani. Dalam proses penggusuran, oknum aparat juga tidak segan-segan melakukan kekerasan terhadap petani.

Rio Dewanto tiba di Medan pada hari Rabu, 07 Desember 2016, dan kembali ke Medan pada malam hari, Kamis 08 Desember 2016.

Berikut detail kegiatan Rio Dewanto selama dalam misinya berkunjung ke Desa Mekar Jaya.

Rabu, 07 Desember 2016

Pukul 11.25 WIB tiba di Bandar Udara Internasional Kuala Namu, Deli Serdang. Pukul 12.25 WIB tiba di kantor SPI Sumatera Utara di Jalan Eka Rasmi VI, Medan, untuk melakukan konferensi pers.

Rio Dewanto

Konferensi pers di sekretariat SPI Sumatera Utara di Medan (07/12/2016)

“Saya akan berusaha untuk mengawal kasus Mekar Jaya ini hingga selesai,” kata Rio dalam konferesi pers tersebut.

Pukul 17.38 WIB, hari yang sama, Rio Dewanto sampai di Desa Mekar Jaya. Rio disambut oleh ratusan petani SPI.

Rio Dewanto di Mekar Jaya

Petani SPI Mekar Jaya menyambut Rio Dewanto di atas lahan yang telah diratakan dengan tanah (07/12/2016).

Saenan, perwakilan petani SPI Langkat menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada Rio Dewanto yang langsung turun ke lahan, mengunjungi petani yang sedang berkonflik.

“Kedatangan Mas Rio sangat kami apresiasi dan insya Allah mampu menambah semangat kami di sini,” katanya.

Rio Dewanto menyampaikan sambutan dan semangatnya pada petani Mekar Jaya. "Hidup petani," katanya.

Rio Dewanto menyampaikan sambutan dan semangatnya pada petani Mekar Jaya. “Hidup petani,” katanya.

“Hidup petani. Semoga kedatangan saya bisa memberikan semangat bagi teman-teman di sini. Kalau diizinkan saya ingin menginap satu malam di sini,” kata Rio.

Rio Dewanto

Rio Dewanto memberikan solidaritas bagi petani SPI Mekar Jaya berupa bahan pangan (07/12/2016)

Setelah melakukan dialog, Rio pun kemudian memberikan solidaritas kepada petani Mekar Jaya. Solidaritas berupa bahan pangan seperti beras, gula, dan lainnya.

“Terimakasih atas solidaritasnya untuk Mas Rio dan teman-teman dari SPI Sumatera Utara. Pasca penggusuran kami kehilangan sumber penghidupan. Tanaman kami semuanya dibabat, baik yang untuk dikonsumsi atau untuk dijual. Akibatnya kami mengalami krisis pangan. Beberapa hari ini makanan kami bergantung dari solidaritas masyarakat sekitar dan kawan-kawan lainnya,” kata Herman, Ketua SPI Basis Mekar Jaya.

Rio Dewanto ke Mekar Jaya

Antusias petani SPI Mekar Jaya bertemu langsung dengan artis yang mendukung penuh perjuangannya.

Rohana, petani perempuan SPI Mekar Jaya, menyampaikan rasa harunya karena kedatangan Rio Dewanto yang mendukung langsung petani.

“Sebelum kedatangan Mas Rio kami di sini untuk senyum saja susah. Alhamdulillah dengan datangnya artis terkenal seperti Mas Rio hari ini, kami bisa tertawa lepas lagi. Kami jadi semakin yakin dan optimis kalau perjuangan kami di sini didukung banyak pihak. Semoga Mas Rio sehat selalu dan dimudahkan segala urusannya,” kata Rohana.

Rio Dewanto

Rio Dewanto berdiskusi hingga larut malam dengan para petani SPI Mekar Jaya

Setelah berdialog, Rio bersama tim SPI Sumatera Utara melakukan tradisi upah-upah, untuk memberi semangat kepada para petani SPI yang sedang berjuang mempertahankan haknya, lahannya.

Selanjutnya, setelah makan malam bersama, Rio berdiskusi lebih mendalam dengan para petani. Ia ingin mendengar kronologis konflik dan sejarah kasus lahan langsung dari petani. Ketika malam semakin larut, Rio pun bermalam di salah satu rumah petani SPI.

Kamis, 08 Desember 2016

Pukul 08.37 WIB, suami dari artis Atiqah Hasiholan ini mewawancarai Zulkifli, petani korban keganasan oknum aparat saat penggusuran terjadi. Zulkifli mengalami luka serius di kepala.

“Hingga sekarang saya masih sering sakit kepala karena kepala saya dipukul oleh oknum aparat,” terang Zulkifli.

Selanjutnya pemeran Jody dalam film Filosofi Kopi ini juga mewawancarai Suryono, Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Langkat, yang kebetulan berasal dari Desa Mekar Jaya.

“Saya dan tim akan membuat video dokumenter terkait konflik di sini. Semoga setelah videonya selesai dan ditonton banyak orang bisa semakin meningkatkan kepedulian banyak pihak,” kata Rio.

Rio Dewanto

Rio Dewanto mewawancara petani yang jadi korban. Ia berencana membuat sebuah video dokumenter tentang konflik lahan Mekar Jaya

Setelah sarapan pagi, Rio selanjutnya melakukan kunjungan langsung ke ratusan hektar lahan pertanian milik anggota SPI yang sudah diratakan dengan tanah.

Rio Dewanto

Rio Dewanto meninjau lahan yang dihancurkan oleh PT LNK (08/12/2016).

Sekitar pukul 10.30 WIB, Rio Dewanto berziarah ke makam almarhum Pak Taslim, petani SPI Mekar Jaya yang meninggal pada Senin (05/12/2016).

“Berdasarkan keterangan keluarganya, setelah dibawa ke dokter, ada penggumpalan darah di kepala. Almarhum diduga meninggal akibat stres dan depresi karena sumber penghidupannya, lahannya digusur dan dihancurkan semua,” kata Suryono, Ketua SPI Langkat.

Rio Dewanto

Rio Dewanto berziarah ke makam Pak Taslim, petani Mekar Jaya yang meninggal beberapa hari pasca penggusuran

Setelah berpamitan dengan seluruh petani Mekar Jaya, Rio Dewanto pun bertolak ke Medan. Sekitar pukul 13.32 WIB, pemilik usaha kedai kopi berdiskusi dengan ratusan mahasiswa di kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Diskusi ini diorganisir oleh teman-teman dari Sumateran Youth Food Movement (SYFM) bekerjasama dengan pihak dekanat FISIP USU.

Rio Dewanto

Rio Dewanto berdiskusi dengan mahasiswa di kampus FISIP USU, Medan (08/12/2016). Ia disambut oleh Dekan FISIP USU Dr. Muryanto Amin S. Sos M. Si (memegang microphone).

“Kalau petani tidak ada, kita mau makan dari mana, teman-teman mahasiswa ? Untuk itulah kita harus mendukung perjuangan petani kecil seperti di Mekar Jaya, Langkat, yang mempertahankan lahannya untuk menegakkan kedaulatan pangan,” kata Rio Dewanto kepada ratusan mahasiswa.

“Rio Dewanto saja yang artis mendukung perjuangan petani kecil. Nah, kita semua di sini juga harus mendukung perjuangan kawan-kawan dari SPI, para petani kecil, yang berkomitmen menegakkan kedaulatan pangan,” kata Muryanto Amin, Dekan FISIP USU.

Pukul 16.02 WIB, rangkaian kunjungan Rio Dewanto ditutup di Omerta Koffie Medan. Di kedai kopi ini, Rio bersilaturrahmi dengan para pecinta kopi lokal sekaligus para jurnalis untuk memaparkan pengalamannya selama berkunjung memberikan solidaritas kepada petani SPI Mekar Jaya.

“Petani di Mekar Jaya mengalami krisis pangan karena kehilangan sumber penghidupannya, lahannya yang ditanami tanaman siap panen sudah rata semua dengan tanah. Meski demikian solidaritas dari organisasinya, SPI, dan masyarakat sekitar mampu setidaknya menambah semangat mereka,” kata Rio.

“Semoga kedatangan saya langsung ke Mekarjaya juga bisa menaikkan semangat petani di sana. Jangan sungkan untuk menghubungi saya walaupun saya sudah pulang ke Jakarta. Saya akan bantu sebisa mungkin,” tutup Rio.

Rio Dewanto

Rio Dewanto bersama Ketua SPI Sumatera Utara Zubaidah (kanan) dan Heri Purwanto, perwakilan SPI pusat (kiri) bersilaturrahmi dengan jurnalis dan pecinta kopi lokal di Omerta Koffie, Medan (08/12/2016).

Dalam silaturrahmi tersebut, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara Zubaidah, mengucapkan terimakasih dan hormatnya kepada Rio Dewanto atas dukungan dan solidaritas langsungnya.

“Kedatangan Mas Rio sangat berarti bagi perjuangan petani di Mekar Jaya. Kami juga ingin berterimakasih kepada semua pihak yg sudah mendukung rangkaian kedatangan ke Mekar Jaya, terimakasih untuk para jurnalis yang sudah mengabarkan konflik ini, Yayasan Sintesa, SYFM, FISIP USU, dan pihak-pihak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu persatu,” tutup Zubaidah.