Sekolah Anak Petani oleh SPI NTB

LOMBOK UTARA. Berdasarkan inisiatif Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Nusa Tenggara Barat (NTB), sebuah Sekolah Anak Petani di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok utara berhasil berdiri.

Sekolah Anak Petani yang berada di Basis Sire ini dibangun berdasarkan ide dan kondisi masyarakat Sire, dimana sebagian besar masyarakatnya hidup dari nelayan dan bertani. Ide ini muncul ketika para orang tua yang bekerja sebagai buruh, buruh tani, ataupun nelayan terkesan kurang memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Hal ini disebabkan karena mereka terlalu sibuk berkonsentrasi untuk mencari sesuap nasi dan mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

Mereka yang ikut sekolah anak petani ini kebanyakan berasal dari keluarga petani miskin dan buruh tani, karena untuk memasukkan anaknya ke Taman Kanak-Kanak (TK) sangat mahal. Jarak TK dengan rumah penduduk juga sangat jauh, sekitar 5 Km.

Sekolah Anak Petani ini didirikan pada 28 februari 2011, dengan murid awalnya sekitar 20 anak. Tempat mengajarnya masih cukup sederhana, dengan “menumpang” di salah satu rumah anggota Komite Panitia Kerja Petani Perempuan (PKPP) SPI.

Sekolah Anak Petani ini juga tidak terlepas dari kunjungan Departemen Petani Perempuan SPI dalam ikut serta menggagas terbentuknya Sekolah Anak Petani.

Wilda Tarigan, Ketua Departemen Petani Perempuan SPI menyatakan bahwa nantinya isi kurikulum pendidikan di Sekolah Anak Petani ini bukan hanya tentang pengenalan huruf dan angka.

“Nantinya akan banyak diberikan pengetahuan tentang pola hidup bersih, pengetahuan tentang agama, mengenalkan mereka tentang hidup secara bersama/kolektif, dan yang terpenting mengenalkan mereka  dengan SPI,” ungkap Wilda.

Hatini, anggota PKPP SPI NTB mengungkapkan bahwa sekolah anak petani ini masih sangat kekurangan tenaga ajar dan peralatan untuk mendukung proses belajar mengajar (seperti buku tulis, buku gambar, pensil, papan tulis dan alat permainan lainya ).

“Sekolah Anak Petani ini telah diterima dengan sangat baik oleh masyarakat Sire, khususnya para orang tua yang tidak mampu membiayai anak-anak mereka menikmati pendidikan di bangku TK, sehingga keberdaan sekolah ini bisa sedikit membentu mereka,” ungkap Hatini.

 

ARTIKEL TERKAIT
Ketua Umum SPI : Kedaulatan Pangan Dibelokkan
SPI Batang Gelar Muscab
“Indonesia Darurat Agraria: Luruskan Reforma Agraria dan S...
Laksanakan Pembaruan Agraria Sejati Untuk Mewujudkan Kedaula...
1 KOMENTAR
  1. Johenro Silalahi berkata:

    Kira2, jumlah petani Indonesia saat ini brp?
    Jumlah petani yang tidak menyelesaikan sekolah?
    terimakasih

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU