SPI Sumatera Barat Gelar Muswil, Konsolidasikan Kekuatan Petani dan Masyarakat Adat

Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumater Barat melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) kelimanya selama dua hari pada tanggal 11-12 Juli 2025. Bertempat di Basis Subaladuang, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan tema yang diusung adalah “Mengkonsolidasikan Kekuatan Politik dan Ekonomi Kerakyatan untuk Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan menuju Kesejahteraan Petani dan/atau Masyarakat Adat.”

Muswil Ke-V SPI Sumatera Barat menjadi ruang konsolidasi perjuangan kaum tani dan masyarakat adat, sekaligus upaya melanjutkan keberlangsungan organisasi melalui kepemimpinan baru agar semakin terorganisir dan terpimpin.

Pada pembukaan secara internal hadir ketua cabang, utusan basis dan sedangkan secara eksternal hadir wali nagari, ninik mamak dan tokoh masyarakat dan tokoh adat serta pimpinan kelompok tani se-Nagari Sungai Kamuyang,  juga hadir beberapa tokoh masyarakat dan partai politik tingkat Kabupaten Lima Puluh Kota.

Proses Muswil dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan dengan pleno pemilihan pimpinan sidang, perumusan tata tertib, serta penyusunan rencana kerja lima tahun ke depan. Selanjutnya, dilakukan pemilihan Majelis Wilayah Petani (MWP), pembacaan ikrar janji, dan pemilihan Badan Pengurus Wilayah (BPW) yang kemudian ditutup dengan prosesi pelantikan disertai pembacaan ikrar dan janji.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, pada kesempatan ini menyampaikan Sumatera Barat sebagai sebagai salah satu yang paling vocal dalam menyuarakan hak-hak masyarakat adat dan juga ha katas tanah. “Oleh karena itu Muswil ini harus dijadikan satu momentum memperkuat perjuangan kita ke depannya,” tegasnya.

Rustam Efendi terpilih sebagai ketua baru yang diberi amanah untuk melanjutkan perjuangan kaum tani dan masyarakat adat. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya setiap kader SPI memahami kondisi organisasi serta kehidupan keluarga petani di tengah situasi yang penuh ketidakpastian. Ia juga mengajak untuk terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan, terlebih sebagai bangsa Minangkabau yang memiliki marwah tersendiri, serta berkomitmen mempertahankan setiap jengkal tanah Bundo Kanduang sebagai sumber kehidupan sekaligus identitas bangsa Minang.

Muswil Sumatera Barat ini melahirkan beberapa program kerja strategis, yaitu:

  1. Memperkuat dan mengembangkan organisasi guna reforma agraria dan kedaulatan pangan
  2. Memperkuat dan memperbesar gerakan agroekologi
  3. Membumikan koperasi sebagai media ekonomi kerakyatan
  4. Menaikan posisi tawar dalam membangun jejaring kerja baik sesama ormas maupun pemerintah
  5.  Menyiapkan kader siap merebut kekuasaan baik di legislatif maupun eksekutif

ARTIKEL TERKAIT
SPI Sumatera Utara Gelar Muswil, Konsolidasikan Petani Menuj...
SPI Aceh Gelar Muswil II, Perkuat Barisan Petani Menuju Kead...
SPI NTB Gelar Muswil, Konsolidasikan Struktur dan Agenda Per...
SPI Banten Gelar Muswil, Konsolidasi Kekuatan Tani dan Perju...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU