Di Tengah Kekeringan, Petani SPI Bantul Sukses Panen Jagung

panen_jagung_spi_bantul

BANTUL. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Bantul, Yogyakarta melakukan panen jagung di Dusun Blantik, Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Bambanglipuro (29/09).

Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Bantul Sumantoro menyampaikan, panen kali ini adalah berkah bagi petani SPI Bantul, di tengah kondisi kekeringan yang melanda sebagian Indonesia.

“Alhamdulillah kami bisa panen, dan hasilnya pun melimpah,” kata Sumantoro.

Ia melanjutkan dalam panen kali ini petani SPI Bantul memperoleh 8 ton jagung per hektarnya.

“Memang tidak bisa dipungkiri irigasi yang baik adalah salah satu kuncinya keberhasilan panen kami kali ini. Di tengah kekeringan ini, alhamdulillah irigasi disini bagus, berbeda dengan saudara-saudara petani kami lainnya yang gagal panen karena rusaknya irigasi,” ungkap Sumantoro.

panen_jagung_spi_bantul_yogyakarta

Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Yogyakarta Tri Haryono menjelaskan, bagusnya kondisi irigasi di sekitar lahan pertanian milik petani anggota SPI Bantul ini tidak lepas karena giatnya desakan ke pemerintah daerah.

“Tahun lalu, kami mengadakan diskusi mengenai Undang-Undang (UU) Perlindungan dan Pemberdayaan Petani (Perlintan) No. 19 Tahun 2013 dan mengundang pihak pemerintah daerah. Setelah diskusi tersebut mereka setuju memperbaiki irigasi dan memberikan bantuan pompa bagi petani SPI. Namun sayangnya perbaikan irigasi ini tidak dilakukan secara merata ke seluruh wilayah di Bantul, dan Yogyakarta secara umum,” papar Tri Haryono.

Tri Haryono menambahkan, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Yogyakarta sudah melakukan audiensi ke Dinas Pertanian untuk segera menyelesaikan permasalahan kekeringan yang mengancam kedaulatan pangan di Yogyakarta.

“Audiensi ini kami lakukan sekaligus untuk memperingti Hari Tani 24 September 2015. Kami meminta pemerintah untuk segera realisasikan perda turunan dari UU Perlintan No. 19 Tahun 2013,” tambah Tri Haryono.