Henry Saragih dinobatkan Guardian sebagai 50 orang yang bisa menyelamatkan planet

Guardian, harian Inggris terkemuka yang berbasis di London menobatkan Henry Saragih sebagai 50 orang yang bisa menyelamatkan planet dari bencana pemanasan global, yang dirilis dalam laporan Guardian pada hari Sabtu tanggal 5 januari 2008. Henry, satu-satunya putra Indonesia dalam daftar itu bersanding dengan beberapa tokoh dunia dari berbagai bidang diantaranya, Politisi Amerika serikat Al Gore, Kanselir Jerman Angela Merkel, aktor Hollywood Leonardo Di Caprio, dll.

Henry terpilih karena sepak terjangnya dalam memperjuangkan pertanian berkelanjutan berbasiskan keluarga. Penghargaan tersebut tidak terlepas dari peran Henry sebagai Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) yang sekaligus menjadi Koordinator gerakan buruh tani dan petani kecil internasional bernama La Via Campesina. Dalam perannya itu, Henry aktif menentang korporasi pertanian dan agrobisnis besar yang merusak lingkungan. Dalam keterangan resminya, Guardian menyatakan:

Henry Saragih is a small farmer who has hardly seen his wife and children in 15 years since taking on the Indonesian government and the palm oil barons of Sumatra and Kalimantan. Companies with links to government are devastating vast areas of Indonesia and southeast Asia to grow palm oil to supply Europe’s cars and kitchens with biofuel and cooking oils, and Saragih is one of the few people standing in their path. Not only does he lead a union of several million agitated Indonesian peasants, but he also heads Via Campesina, the global movement of increasingly militant peasant farmers which campaigns for land reform in 80 countries. Saragih and his colleagues are lobbying the UN and the World Trade Organisation. How this struggle plays out in the next 20 years will determine whether there is any rainforest left intact south-east Asia in 50 years’ time, and possibly the political future of many developing countries.

Guardian menyaring daftar 50 orang penyelamat planet ini dengan dewan juri yang terdiri dari: mantan ilmuwan Bank Dunia Bob Watson, environmentalis India Vandana Shiva, Biolog peraih Nobel Wangari Maathai, Kolumnis Guardian Monbiot, aktivis Greenpeace Gerd Leipold, politisi Caroline Lucas dan Ken Livingstone, komisi pembangunan berkelanjutan Inggris Jonathan Porritt dan novelis Phillip Pullman. Kemudian nama-nama dari panel juri tersebut diverifikasi oleh reporter dan koresponden Guardian di seluruh dunia dan menghasilkan 50 nama terpilih.

Dalam keterangannya juga, Guardian mengatakan “Ini bukanlah merupakan daftar yang tetap dan tidak ada peringkat dalam daftar ini, namun ke-50 nama tersebut menunjukkan rentang yang luas dari orang-orang yang mewakili revolusi sosial dan ilmiah populer yang menakjubkan dan memberikan harapan bagi kita dalam memasuki tahun 2008 ini”.

(Henry Saragih bisa dihubungi lewat: 08163144441)

Kontak Person:
Cecep Risnandar: 08129452478

=======================
SERIKAT PETANI INDONESIA (SPI)
Jl. Mampang Prapatan XIV No.5
Jakarta Selatan 12790
Telp. 021 7991890
Fax. 021 7993426
www.spi.or.id

ARTIKEL TERKAIT
Stop Kriminalisasi Petani & Pejuang Petani Penegak Reforma A...
Peresmian SPI Kendal Jawa Tengah SPI Resmi Berdiri di Kendal, Jawa Tengah
Hari Tani Nasional 2017: Banten Darurat Agraria
Pembangunan Infrastruktur Berbuntut Konflik agraria: SPI Ken...
1 KOMENTAR
  1. Rasis! Tidak ada satupun dari negara Islam. Islam selalu disisihkan.

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU