Henry Saragih: “Perkuat Strategi di Basis Untuk Memenangkan Perjuangan”

BUKIT KIJANG. Dalam hal kasus tanah, petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) dituntut untuk memperkuat strategi dan konsolidasi agar dapat menang dalam perjuangan mempertahankan lahan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum SPI, Henry Saragih pada saat melakukan silaturahmi Idul Fitri 1433 H di desa Bukit Kijang, Kecamatan Bandar Pulo, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (25/08).

Menurutnya, saat ini petani SPI terutama yang berada di basis dan sedang berjuang mempertahankan lahannya harus pintar dalam menetapkan strategi perjuangan. Hal ini dikarenakan pihak “lawan” juga cenderung menggunakan cara-cara baru untuk memperlemah perjuangan petani.

“Perusahaan-perusahaan yang tak ber-HGU (Hak Guna Usaha) ataupun yang HGU-nya telah habis yang selama ini menjadi lawan kita di lapangan sudah mengetahui jika mereka menggunakan strategi lama mereka pasti akan kalah. Jadi mereka saat ini menggunakan strategi baru untuk memperlemah perjuangan kita,” papar Henry.

Henry yang juga Koordinator Umum La Via Campesina (Gerakan Petani Internasional) ini melanjutkan, strategi baru perusahaan-perusahaan tersebut seperti memicu konflik horizontal antara petani anggota SPI dengan warga masyarakat lainnya.

“Oleh karena itu kita harus terus mengkonsolidasikan gerakan kita di bawah dan meningkatkan intensitas komunikasi dengan unsur masyarakat lain, agar perjuangan kita meluas dan mendapatkan dukungan dari semua pihak, dan perbanyaklah pendidikan-pendidikan untuk kader kita,” tuturnya.

Henry juga menambahkan agar setiap petani SPI yang melakukan reklaiming tetap menanam lahannya dengan tanaman pangan.

“Dunia saat ini terancam krisis pangan, dengan tetap menanam pangan maka setidaknya pangan kebutuhan rumah tangga dapat terpenuhi. Kita, petani kecil, adalah kunci utama kedaulatan pangan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Kabupaten Asahan, Zubaidah menyampaikan pihaknya akan lebih menggiatkan konsolidasi dan menyusun strategi-strategi baru untuk memenangkan perjuangan kasus lahan.

“Setelah pertemuan ini kami akan langsung berkumpul untuk merumuskan strategi-strategi baru, karena kasus lahan ini cukup komplit, yang lebih menyulitkan adalah keberpihakan oknum aparat yang sering membekingi perusahaan-perusahaan yang nyata-nyata bersalah dan sering mengkriminalisasi kami (petani kecil),” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara, Wagimin. Dia menyampaikan akan segera melakukan dialog dengan pihak-pihak yang terkait seperti Badan Pertanahan Nasional, Dinas Kehutanan, hingga pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara untuk menyelesaikan konflik-konflik lahan yang menimpa petani anggota SPI Sumatera Utara.

 

Ada 1 komentar

  1. Nama... berkata:

    Strategi mempersatukan perjuangan spi di sum.ut cukup bagus. Karena ada sosialisasi langsung dgn ketua umum spi. Bagaimana dgn keadaan di jambi. Adakah pembina’an. Apa saran untuk kami. Kami menggarap sebuah lahan yg di tetapkan oleh pengurus basis spi di muara tebo jambi. Tapi kini kami takut siapa yg akan melindungi kami dari jeratan hukum. Sebab pengurus basispun kini tak bertanggung jawab.