Mendesak, Pembentukan Lembaga Otoritas Pangan yang Kuat

Agus Ruli Ardiansyah

JAKARTA.  Yang paling mendesak adalah agar segera dibentuk kelembagaan pangan dengan otoritas yang kuat, dan peningkatan produksi pangan berbasiskan pada keluarga petani, bukan pada korporasi seperti (food estate).

Hal ini ditegaskan Sekretaris Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Serikat Petani Indonesia (SPI) dalam focus group discussion (FGD) yang dilaksanakan BULOG di Gedung BULOG di Jakarta, Jumat (05/06).

Agus Ruli Ardiansyah juga menyampaikan pengadaan dan penyaluran gabah dan beras harus menjamin harga gabah dan beras yang layak di tingkat petani dan terjangkau bagi masyrakat.

“Bulog harus meningkatkan penyerapan gabah dan beras dari petani dengan menggunakan modal atau anggaran dari negara, bukan dari swasta. Oleh karena itu keterlibatan organisasi petani dalam proses penentuan harga gabah atau beras sangatlah penting,” ungkapnya.

Agus Ruli juga menyoroti pengembangan dan pengolahan data serta informasi yang terintegrasi dan aktual, karena data yang ada berbeda-beda.

“Data menunjukan produksi naik, namun mengapa harga juga naik?” tanyanya.

Agus Ruli menambahkan, Bulog harus mendirikan semacam distributor langsung di pasar-pasar induk sebagai pemasaran pangan pokok kepada masyarakat umum.

Dalam kesempatan tersebut, Lenny Sugihat Direktur BULOG menyampaikan, badan pangan Nasional akan dibentuk, dalam rangka mewujudkan kedaulatan, kemandirian, dan ketahanan pangan (3KP).

“Kami menyelenggarakan FGD ini bertujuan untuk menampung kritik dan saran demi kemajuan kita bersama,” ungkapnya.

Sri Adiningsih, anggota WANTIMPRES (Dewan Pertimbangan Presiden) menyampaikan, permasalahan yang dihadapi luar biasa, mulai dari data yang bermasalah, Nilai Tukar Petani (NTP) yang turun, dan lainnya.

“Artinya secara kelembagaan memang harus berubah. Kita harus menyampaikan ini ke Presiden agar dipercepat penyusunan Perpres mengenai ini,” imbuhnya.

ARTIKEL TERKAIT
SPI Katingan Kembali Aksi, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan
Merintis pertanian berkelanjutan, ruang belajar bagi petani Merintis pertanian berkelanjutan, ruang belajar bagi petani
SPI Ponorogo kembali protes kenaikan HET pupuk SPI Ponorogo kembali protes kenaikan HET pupuk
SPI Yogyakarta Minta Pemda Cegah Alih Fungsi Lahan Pertanian
2 KOMENTAR
  1. dapurku-123 berkata:

    pangan terjamin …………rakyat kecil akan tenang..begitu yang saya lihat …bila kebutuhan pokok melambung…mulai resah..

  2. semoga ..cepat terwujud agar kemandirian pangan terlaksana..

BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU