Muswil II SPI Bengkulu Tegaskan Komitmen terhadap Reforma Agraria Sejati

Serikat Petani Indonesia (SPI) Bengkulu melaksanakan Musyawarah Wilayah (Muswil) Sekretariat SPI Kepahiang pada Kamis (09/07/2025). Bukan hanya forum pergantian kepengurusan, Muswil ini juga hadir sebagai forum perjuangan untuk merespon situasi agraria yang semakin genting, memperkuat struktur dan arah organisasi, serta mempertegas kembali komitmen SPI Bengkulu terhadap reforma agraria, kedaulatan pangan, agroekologi, koperasi, dan hak asasi petani demi membebaskan petani dari ketimpangan struktural.

Semangat utama yang diusung dalam Muswil SPI Bengkulu mencakup perlawanan terhadap perampasan tanah atas nama proyek strategis nasional dan kawasan konservasi, konsolidasi organisasi petani untuk memperkuat basis dan regenerasi kepemimpinan, penguatan ekonomi kolektif petani melalui koperasi dan pertanian agroekologi, pembangunan kekuatan politik petani untuk mempengaruhi kebijakan dan memperjuangkan hak-hak petani melalui saluran formal maupun gerakan akar rumput, serta solidaritas dan perjuangan lintas wilayah dalam membangun gerakan tani nasional yang berdaulat.

Muswil SPI Bengkulu diawali dengan pembukaan seremonial, sambutan, dan pembukaan resmi oleh perwakilan Majelis Nasional Petani (MNP) SPI. Dilanjutkan dengan Sidang Pleno I untuk menetapkan tata tertib dan agenda, serta laporan pertanggungjawaban pengurus sebelumnya. Proses pemilihan pengurus baru berlangsung dengan pengusulan calon, pemungutan suara, hingga pelantikan. Ketua terpilih menyampaikan pidato politik, dan rangkaian Muswil ditutup secara resmi oleh perwakilan MNP SPI.

Dalam sambutannya, Plt. Ketua DPW SPI Bengkulu menguraikan kondisi perjuangan petani di Bengkulu saat ini, termasuk kerusakan irigasi, konflik dengan kawasan hutan dan konservasi, serta ancaman dari proyek strategis nasional (PSN) dan hak guna usaha (HGU), di tengah masih minimnya redistribusi tanah dan lambatnya implementasi reforma agraria. Ia juga merefleksikan capaian dan kekurangan selama masa kepemimpinannya, sekaligus menyerukan pentingnya memperkuat barisan, memperluas basis organisasi, dan meningkatkan disiplin perjuangan demi mewujudkan hak-hak petani.

Junaidi terpilih menjadi Ketua Wilayah SPI Bengkulu. Dalam pidatonya, Juanidi menyampaikan refleksi dan komitmennya. “Petani harus memimpin, bukan hanya dipimpin. Kita kana dorong kader SPI duduk di lembaga-lembaga pengambil kebijakan,” tegasnya.

Pada kesempatan ini, Junaidi juga menyampaikan seruan konsolidasi dan persatuan. “Perbedaan kampung tidak boleh memecah barisan kita. Hari ini kita menyatukan barisan, esok kita rebut kembali hak kita atas tanah, air, dan masa depan!” pungkas Junaidi.

Program kerja strategis yang disepakati dalam Muscab SPI Kota Bengkulu mencakup tujuh bidang utama, yaitu:

  1. Perjuangan reforma agraria sejati dan penyelesaian konflik agraria
  2. Perbaikan sarana dan infrastruktur pertanian
  3. Konsolidasi dan perluasan organisasi SPI
  4. Pengembangan koperasi petani dan ekonomi kolektif
  5. Advokasi kebijakan keterlibatan politik petani
  6. Solidaritas, aliansi, dan gerakan lintas isu
ARTIKEL TERKAIT
Peringati Hari Perjuangan Perempuan Pekerja Internasional, S...
SPI Lampung Gelar Muswil ke-III, Tegaskan Peran Strategis Pe...
SPI Yogyakarta Gelar Muswil: Konsolidasi dan Penetapan Progr...
Perkuat Organisasi Petani untuk Reforma Agraria, SPI Riau La...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU