SPI NTB Gelar Muswil, Konsolidasikan Struktur dan Agenda Perjuangan

SUMBAWA. Serikat Petani Indonesia (SPI) Nusa Tenggara Barat menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) pada Minggu, 13 Juli 2025, di Kantor Desa Rhee, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Muswil ini dihadiri oleh delegasi dari cabang SPI Lombok Utara, Lombok Tengah, dan Sumbawa, serta Plt. Ketua DPW SPI NTB, Majelis Nasional Petani perwakilan NTB, dan Ketua Umum SPI yang turut memberikan sambutan secara daring.

Muswil ini mengusung semangat mengorganisir dan memperbaiki struktur kepengurusan SPI dari tingkat basis, ranting, cabang, wilayah, bahkan nasional untuk lebih aktif dna solid untuk berjuang membela hak petani. juga reforma agraria, kedaulatan pangan, dan koperasi. Isu utama yang menjadi fokus adalah reforma agraria, kedaulatan pangan, dan penguatan koperasi sebagai pilar ekonomi petani.

Rangkaian kegiatan Muswil dimulai dengan upacara pembukaan, laporan panitia, sambutan Ketua Umum SPI melalui Zoom, sambutan DPW SPI NTB dan MNP perwakilan NTB, serta do’a. Setelah itu dilangsungkan Sidang Paripurna I untuk penetapan tata tertib dan presidium Muswil, dilanjutkan Sidang Paripurna II untuk penetapan dan pelantikan MWP DPW SPI NTB periode 2025–2030. Usai ishoma, Sidang Paripurna III digelar untuk memilih dan menetapkan Ketua DPW SPI NTB periode 2025–2030, yang kemudian dilantik bersama pembacaan ikrar BPW dan MWP sebagai penutup rangkaian acara.

Henry Saragih dalam sambutannya menekankan pentingnya membangun kembali SPI Nusa Tenggara Barat agar lebih kuat dalam berjuang untuk reforma agraria, kedaulatan pangan dan koperasi dengan mengatifkan kembali struktur SPI untuk mempermudah konsolidasi dalam menjalankan program – program nantinya.

Sementara itu, Zakaria selaku Plt. Ketua DPW Nusa Tenggara Barat mengajak untuk memperbaiki dan menguatkan kembali SPI Nusa Tenggara Barat sebagai wadah organisasi perjuangan. Menurutnya organisasi SPI ini adalah wadah perjuangan untuk mengurai persoalan yang dihadapi petani.

Agus Salim selaku MNP perwakilan NTP mengajak peserta yang hadir untuk memperbaiki kepengurusan dari tingkat basis sampai wilayah untuk menjalankan agenda organisasi SPI dalam perjuangan refora agraria, kedaulatan pangan, koperasi, serta pertanian agroekologi.

Dalam Muswil tersebut, SPI Nusa Tenggara Barat menyepakati sejumlah program strategis yang akan menjadi fokus perjuangan ke depan, yakni reforma agraria, kedaulatan pangan, penguatan koperasi, dan pengembangan pertanian agroekologi. Selain itu, disepakati pula pentingnya membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga yang memiliki garis perjuangan sejalan, serta membentuk sistem pendidikan kader dari tingkat basis hingga nasional untuk mencetak kader SPI yang kuat dan progresif dalam berjuang.

Ketua DPW SPI Nusa Tenggara Barat terpilih dalam Muswil ini adalah Burhanuddin Ham. Dalam pidatonya, Burhanuddin mengajak seluruh anggota untuk merapikan kembali struktur kepengurusan SPI dari tingkat basis hingga wilayah guna mempermudah koordinasi dan pelaksanaan program-program organisasi ke depan. Ia menegaskan pentingnya memperkuat perjuangan SPI dalam agenda reforma agraria, kedaulatan pangan, koperasi, dan pertanian agroekologi, serta mendorong terbukanya kerja sama strategis dengan pemerintah daerah untuk mendukung upaya tersebut.

ARTIKEL TERKAIT
Muswil SPI Kalimantan Selatan Dorong Agenda Reforma Agraria ...
SPI Sumatera Utara Gelar Muswil, Konsolidasikan Petani Menuj...
SPI Aceh Gelar Muswil II, Perkuat Barisan Petani Menuju Kead...
SPI Yogyakarta Gelar Muswil: Konsolidasi dan Penetapan Progr...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU