Ngelung, Gotong Royong A la Petani SPI di Lebak Lebung OKI

ngelung lebak lebung

OGAN KOMERING ILIR. Petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Selatan khususnya yang tinggal di daerah lebak lebung punya tradisi sendiri sebelum masa tanam. Tradisi ini disebut “ngelung” yang berarti bergotongroyong membersihkan lahan di sawah rawa lebak lebung.

Lebak adalah kawasan rawa yang genangan airnya dipengaruhi air hujan atau luapan sungai. Lebak biasanya berada di antara dua buah sungai besar di dataran rendah. Berbeda dengan rawa pasang surut yang genangan airnya dipengaruhi pasang surut air laut harian, lebak tergenang selama musim hujan dan berangsurangsur kering pada musim kemarau. Ada tiga jenis lebak berdasarkan tinggi dan lama genangan. Lebak pematang atau dangkal, bila genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari tiga bulan; lebak tengahan, dengan genangan air antara 50—100 cm selama 3—6 bulan; dan lebak dalam bila genangan airnya lebih dari 100 cm selama lebih dari enam bulan. Kawasan lebak dalam yang menghasilkan produksi ikan secara alami dikenal dengan istilah lebak lebung.

Lebak lebung membentuk kebudayaan lokal, khususnya lewat interaksi petani dengan alam yang dibangun berdasarkan nilai-nilai kearifan terhadap alam. Sistem usaha tani yang dibangun dalam kebudayaan lebak lebung adalah sistem terpadu antara tanaman semusim (padi sawah, palawija, dan sayuran), ternak (kerbau dan itik), serta usaha penangkapan ikan. Sedangkan pohon, seperti kelapa, mangga, durian dan duku, hanya dapat ditanam di lahan yang tidak tergenang, misalnya di pinggiran sungai. Musim tanam pagi di lebak hanya sekali dalam setahun. Palawija dan sayuran ditanam bersamaan dengan padi yang ditanam pada galangan-galangan sawah lebak. Sedangkan pada musim hujan, petani menangkap ikan, menggembala ternak, atau mengusahakan kerajinan tangan, seperti tenun pakaian adat, anyaman tikar, dan alat rumah tangga.

ngelung lebak lebung

Rohman Al-Qolami, petani SPI OKI menyampaikan melalui tradisi ngelung ini para petani saling bergotong rotong membersihkan lahan.

“Ngelung ini kami lakukan sebelum menanam padi dan saat menunggu air surut,” kata Rohman di Desa Kuro, Kecamatan Pampangan, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) (03/04).

Ahmad Fitriyadi, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumsel menambahkan, tradisi ngelung ini kerap dilakukan untuk menumbuhkan semangat kebersamaan sesama petani.

“Setelah ngelung, petani juga makan bersama dengan bekal yang dibawa dari rumah,” tutupnya.