Permaculture: sistem alternatif pembangunan diklat SPI Basis Talang Keramat, sebagai solusi perubahan iklim

Permaculture adalah sistem desain yang bekerja ke arah integrasi yang harmonis dari lingkungan dan masyarakatnya untuk menyediakan pangan, tempat berlindung, energi dan kebutuhan lain secara berkelanjutan. Hal ini mensinergiskan produksi pangan, struktur, teknologi, energi, sumber daya alam, lanskap, sistem hewan dan tanaman, serta struktur sosial dan ekonomi. Sistem ini sendiri dapat diterapkan pada kondisi perkotaan dan pedesaan dan dalam skala desain apapun.
10 prinsip dasar Permaculture:

1. Prinsip keragaman – Bertujuan untuk mengintegrasikan berbagai jenis pangan, tanaman, dan binatang yang menguntungkan ke dalam sebuah desain. Hal Ini memunculkan sebuah sistem polikultur interaktif yang stabil, yang menyediakan kebutuhan manusia dan juga kebutuhan spesies lainnya.

2. Prinsip pengaruh tepian – Secara umum, ada lebih banyak energi dan keragaman hayati  di tepian di mana dua jenis sistem alam tumpang tindih. Di batas ini kita dapat mengakses sumber daya dari kedua belah pihak. Menggunakan efek tepian, dan pola-pola alami lain yang menciptakan efek terbaik.

3. Prinsip Perencanaan Energi – Menempatkan elemen desain anda sedemikian rupa untuk meminimalkan penggunaan energi (termasuk bahan bakar fosil & tenaga manusia).Memanfaatkan energi dan sumber daya yang anda miliki, yang dimulai dari dalam sistem kemudian dari luar sistem dengan seefektif mungkin. Sumber daya energi dari dalam meliputi kekuatan alam seperti gravitasi, tenaga angin, dan tenaga air. Hal ini menghemat waktu, tenaga dan uang.

4. Prinsip energi daur ulang – Dalam sistem alam tidak ada yang tersia-siakan. Output dari satu proses alam dapat menjadi sumber daya lain. Daur ulang dan gunakan kembali semua sumber daya sebanyak mungkin.

5. Prinsip skala – Menciptakan sistem ” skala manusia “. Pilihlah teknologi yang tepat dan sederhana untuk digunakan dalam desain. Hanya dengan menciptakan sistem yang teraturlah yang dapat memulai sebuah langkah kecil dengan rdampak besar untuk mencapai tujuan yang idelal.
6. Prinsip sumber daya hayati – Gunakanlah metode dan proses yang alamiah untuk menyelesaikan tugas-tugas. Temukanlah hal-hal di alam (tanaman, hewan, mikroba) yang mendukung sistem desain dan minimalkan masukan energi dari luar.

7. Prinsip multi elemen  – Dukunglah setiap kebutuhan dan fungsi yang penting dengan menggunakan lebih dari satu cara, sehingga kegagalan sementara dalam sebuah elemen tidak akan menghentikan fungsi  yang lain. Hal ini juga dilaksakan dengan menyadari bahwa hampir selalu ada lebih dari satu cara untuk mencapai tugas apapun.

8. Prinsip multi fungsi – Banyak hal yang dapat digunakan dengan berbagai cara dan untuk berbagai fungsi. Satu aturan dasar di permaculture adalah untuk mencoba merancang tiga kegunaan dengan hanya menggunakan setiap elemen dari sebuah sistem. Hal ini dapat menghemat ruang, waktu dan komplikasi dalam setiap proyek.

9. Prinsip suksesi alam – Bekerjalah dengan alam dan melalui proses-proses dari sistem alamiah. Apabila diperlukan dapat juga dilakukan dengan mengantisipasi perkembangan masa depan melalui riset dan observasi.

10. Prinsip lokasi relatif – Tempatkan setiap elemen desain anda saling berhubungan dengan elemen lainnya sehingga dapat menguntungkan satu sama lain, misalnya simpanlah alat-alat di dekat mereka akan digunakan.

J.J. Polong, anggota Majelis Nasional Petani (MNP), Serikat Petani Indonesia (SPI)

Ada 1 komentar

  1. Supriyanto berkata:

    Terimakasih ilmunya yang luarbiasa ini. Hal ini sangat perlu terus di edukasikan baik ke individu ataupum masyarakat luas