Kunjungan persahabatan kader SPI ke Korea

Pertukaran kader SPI dengan KPL dan KWPAKOREA. Serikat Petani Indonesia (SPI) melakukan kunjungan ke Korea dalam rangka pertukaran kader dengan Korea Peasant League (KPL) dan Asosiasi Petani Perempuan Korea (Korean Women Peasant Association-KWPA) pada tanggal 12-18 November 2009. Selama berada di Korea, mereka mengunjungi beberapa kota yang ada di sana diantaranya Jinju, Haman, Jeonam, Naju, Muan, Asan dan Seoul. Di kota Jinju mereka mengunjungi pabrik pupuk organik, kebun strawberry, kebun paprika, pusat kebudayaan perempuan Jinju, serta kantor asosiasi petani jinju.

“Banyak hal yang dapat dipelajari dalam kunjungan ini”, ungkap Inayah yang merupakan wakil dari Dewan Pimpinan Wilayah SPI Jawa Tengah,”Salah satunya bagaimana mengorganisir petani perempuan yang dirasa sulit untuk diterapkan di Indonesia.”

Inayah berharap dapat menerapkan ilmu dan pengalaman yang ia peroleh di Korea. KPL dan KWPA mengorganisir petani perempuan Korea pada awalnya dengan melakukan kegiatan bersama, kemudian mereka memasukkan ide-ide organisasinya.

Pendekatan yang dilakukan KWPA fokus pada petani perempuan, karena mereka menganggap perempuan lebih kuat dalam menjalani kehidupan dan lebih tekun serta teliti pada setiap yang ia kerjakan sehingga menghasilkan suatu kesempurnaan untuk kemajuan organisasinya.

Dalam kunjungannya delegasi SPI melakukan aksi solidaritas bersama 50 ribu petani lainnya yang ada di Korea. Aksi mereka menuntut turunnya harga beras yang akhir-akhir terjadi di Korea. Mereka menekan pemerintah untuk tidak memberlakukan undang-undang tentang penurunan harga beras. Protes petani disertai dengan menumpuk beberapa karung beras di pinggir jalan dan beberapa kantor pemerintah.

Delegasi SPI juga melakukan kunjungan solidaritas ke wilayah-wilayah dimana anggota KPL dan KWPA melakukan aksi. Hampir semua anggota KPL dan KWPA membuat tenda dan menumpuk beras di depan kantor pemerintahan daerah masing-masing. Di Jeonam delegasi bertemu dengan anggota DPRD dari KPL dan KWPA yang melakukan mogok menolak impor beras dan Free Trade Agreement (FTA).

ARTIKEL TERKAIT
Petani SPI Kalimantan Selatan Datangi Kementerian Agraria da...
SPI Sumut Galang Solidaritas Sinabung
Hari Buruh Internasional 2018: Hentikan Penindasan Kaum Tani...
Pemerintah (Akhirnya) Akui Lahan Perjuangan SPI Sukabumi
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU