Petani dan Buruh Bersatu Lawan Korporatisasi

JAKARTA. Nasib buruh kecil tidak jauh berbeda dengan nasib petani (kecil) di Indonesia. Hal ini diutarakan Ketua Umum Serikat Petani Indonesia (SPI) Henry Saragih pada peringatan Hari Buruh Internasional 1 Mei 2015 di Jakarta pagi ini (01/05).

Menurutnya terpuruknya buruh dan petani diakibatkan oleh krisis kapitalisme global. Salah satu penjelmaan sistem kapitalisme global adalah korporatokrasi dimana korporasi, lembaga keuangan dunia, dan penyelenggara pemerintahan yang bergabung menyatukan kekuatan finansial dan politiknya untuk memaksa masyarakat mengikuti kehendak mereka, yang saat ini semakin menancapkan kukunya dalam setiap aspek kebijakan di Indonesia.

Henry menjelaskan bahwa perusahaan baik yang berskala multinasional (MNCs), transnational (TNCs) maupun nasional, telah menjadi aktor yang sangat berpengaruh dalam menentukan politik pembangunan sebuah bangsa di tingkat lokal, nasional, regional, bahkan secara global.

“Kekuasaan korporasi sebagai representasi pasar telah masuk ke berbagai sendi dasar kehidupan manusia mau-pun kebijakan negara. Sudah berapa banyak perusahaan yang mengusir petani dari tanahnya sendiri? Sudah berapa banyak korban yang jatuh akibat kriminalisasi perusahaan yang memaksa rakyat keluar dari tanah nenek moyangnya? Sudah berapa banyak perusahaan yang menghancurkan alam Indonesia? Sudah berapa banyak buruh yang dirumahkan dan dirugikan akibat sistem outsourcing? Sudah berapa banyak yang ditindak?” tegas Henry.

Henry berpendapat, pemerintah harus membangun industrialisasi nasional yang dapat mengolah sumber daya alam mentah Indonesia yang melimpah yang selanjutnya digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat.

“Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat dijadikan menjadi kekuatan utama untuk membangun industri nasional, sehingga perekonomian kita tidak dikuasai oleh perusahaan-perusahaan swasta asing yang cenderung tidak memberi manfaat besar bagi kita. Dalam prakteknya nanti BUMN juga bisa menggandeng usaha-usaha keluarga tani dan koperasi.” tutur Henry.

Oleh karena itu Henry menambahkan, SPI mengucapkan selamat hari buruh internasional, untuk semua buruh mulai dari buruh pabrik di perkotaan hingga buruh tani di pedesaan. SPI menyambut rencana kaum buruh di indonesia untuk memperkuat organisasinya dan membangun aliansi dengan kekuatan di luar buruh dalam rangka membangun gerakan politik buruh.

“Karena buruh tak cukup hanya berjuang untuk tuntutan yang bersifat normatif tapi harus pada perjuangan politik mengubah relasi hubungan buruh dengan korporasi dan juga merubah sistem politik dan sistem ekonomi Indonesia yang harus menjalankan suatu tatanan demokrasi ekonomi sesuai dengan yang tertuang dalam pasal 33 UUD 1945,” tutup Henry.

 

Kontak selanjutnya:

Henry Saragih – Ketua Umum SPI – 0811 655 668