Petani SPI Rayakan #HariTaniNasional2016 di Sukabumi, Serang, Padang, dan Merangin

hari tani nasional 2016 di sukabumi

SUKABUMI. Seluruh petani anggota Serikat Petani Indonesia (SPI) memperingati Hari Tani Nasional (HTN) 2016 di masing-masing wilayahnya. Dari Sukabumi, Jawa Barat, ratusan petani SPI bersama dengan elemen mahasiswa dan lembaga lainnya yang tergabung dalam Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) melakukan aksi damai, long march menuju kantor Perhutani Sukabumi (22/09).

Bunbun Kusnadi, salah seorang petani SPI asal Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin menyampaikan, selain memperingati HTN 2016, aksi ini juga menuntut penyelesaian konflik agraria dengan PT Surya Nusa.

“Kami meminta pihak BPN dan Perhutani untuk berpihak kepada kami petani kecil. Di atas lahan eks HGU PT Surya Nusa kami telah menanam sayur mayur yang sekali panennya mencapai 25 hingga 30 ton dan berhasil menegakkan kedaulatan pangan di Sukabumi,” kata Bunbun.

“Kami telah menguasai lahan ini lebih dari 18 tahun,” ungkap Bunbun lagi.

Serang

Dari Serang, Banten, ratusan petani anggota SPI, mahasiswa, dan organisasi lain yang tergabung dalam Persatuan Rakyat Banten (PRB) melakukan aksi di depan gedung DPRD Banten, di Serang, tadi pagi (26/09).

aksi hari tani di banten 2016

Perwakilan SPI Banten, Asep Sunandar menyampaikan aksi ini untuk mendesak pemerintahan Banten untuk menuntaskan konflik agraria yang masih banyak terjadi di Banten.

“Di Hari Tani Nasional 2016 ini kami ingin meminta pemerintah untuk mengeluarkan Perda-Perda serta kebijakan yang pro ke petani kecil,” tutur Asep.

Padang

Dari Ranah Minang, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) SPI Sumatera Barat (Sumbar) menggelar diskusi media bertemakan “Laksanakan Reforma Agraria Sejati Untuk Mewujudkan Pangan Sehat Keluarga Petani dan Konsumen”, Sabtu, 24 September 2016.

diskusi media di padang hari tani nasional 2016

Rustam Effendi, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumbar menyampaikan agar pemerintah jangan lagi mengajak tokoh adat, masyarakat adat, untuk menyerahkan lahannya kepada pemerintah yang kemudian menjadi Hak Guna Usaha (HGU) untuk perkebunan sawit. Ini tentu saja membuat masyarakat tidak lagi memiliki lahan.

“Akibatnya terjadi konflik antara petani dengan perusahaan. Pemerintah seharusnya memberikan pemberdayaan kepada masyarakat untuk menggarap lahannya,” kata Rustam.

Merangin

Dari Desa Sanda, Kecamatan Lembah Mesurai, Kabupaten Merangin, Jambi, ratusan petani SPI merayakan HTN 2016 dengan melakukan rapat akbar petani yang terdiri atas upacara bendera, pesta rakyat, dan lainnya.

aksi-hari-tani-di-merangin

Ahmad Azhari, Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Merangin menyampaikan, acara rapat akbar ini dilakukan selama dua hari 23 -24  September 2016.

“Pada malam hari kita melakukan acara nonton bareng tentang film dokumentasi perjuangan petani SPI,” kata Azhari.

Azhari menambahkan, tepat pada 24 September 2016, Hari Tani Nasional, para peserta melakukan upacara bendera di atas lahan perjuangan.

“Kita sudah buktikan kalau reforma agraria sejati mampu membangun kehidupan, contohnya ya di Desa Sanda ini,” kata Azhari.

Rapat akbar di Merangin juga ditandai dengan penyerahan solidaritas untuk pembangunan dan pengembangan sekolah petani SPI di Desa Sanda oleh para donatur dari beragam wilayah di Indonesia.

 

 

ARTIKEL TERKAIT
Profil Kemiskinan di Indonesia 2016: Dalam Angka Berkurang, ...
DPW SPI Sumut gelar pendidikan kader
Rezim Organisasi Neoliberal Dunia Mengeruk Keuntungan dan Mitos Kesejahteraan Rakyat Rezim Organisasi Neoliberal Dunia Mengeruk Keuntungan dan Mi...
Peringatan Hari Perjuangan Petani Internasional dan Hari Ha...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU