Petani SPI Sukabumi Belajar Pertanian Agroekologi

pendidikan agroekologi

SUKABUMI. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat menyelenggarakan pendidikan pertanian agroekologi di Desa Sirna Jaya, Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi.

Acara yang dilaksanakan selama dua hari ini (12-13 Maret 2016), dihadiri oleh puluhan peserta yang berasal dari beberapa kecamatan di Sukabumi.

Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Sukabumi Engkos mengemukakan, pendidikan pertanian agroekologi ini dilaksanakan untuk menyebarkan sekaligus mensosialisasikan kepada petani anggota SPI tentang keutamaan pertanian agroekologi.

“Pertanian agroekologi ini kan pertanian alamiah yang ramah lingkungan, yang memanfaatkan apa pun yang di sekitar kita untuk digunakan bertani, mulai di pupuk, memuliakan benih, dan selanjutnya,” kata Engkos.

Engkos melanjutkan, pertanian agroekologi mengajarkan petani untuk berdaulat dan mandiri, tidak lagi tergantung kepada input-input pertanian dari perusahaan.

“Karena semua bahan-bahan yang digunakan ada di sekitar kita petani, jadi tentu saja mengurangi biaya produksi,” tutur Engkos.

Engkos melanjutkan pendidikan ini berisi tentang teori dan praktek langsung di lapangan, bagaimana membuat pupuk alami baik cair ataupun non cair, cara mengatasi hama, dan lain sebagainya.

pendidikan agroekologi

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jawa Barat Tantan Sutandi menjelaskan, pendidikan pertanian agroekologi ini dilakukan oleh petani dan untuk petani.

“Oleh karena itu pengajarnya adalah petani SPI yang telah terlebih dahulu menerapkan pertanian agroekologis dan alhamdulillah berhasil. Oleh karena itu kami mengundang Pandi dari SPI Bogor sebagai salah seorang pengajar di kesempatan kali ini,” imbuh Tantan.