SPI lantik kader pertanian berkelanjutan angkatan kedua

BOGOR. Serikat Petani Indonesia (SPI) melantik 12 siswa-siswi angkatan kedua dari Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Pertanian Berkelanjutan di Desa Cibeureum, Bogor (23/12). Para siswa dinyatakan lulus mengikuti pendidikan pertanian berkelanjutan setelah dua bulan penuh mendalami paraktek-praktek dan materi-materi dari para pengajar Pusdiklat SPI. Mereka datang dari beberapa daerah yang diutus oleh Dewan Pimpinan Wilayah SPI masing-masing agar disiapkan menjadi kader-kader pertanian berkelanjutan.

Ketua Departemen Pendidikan SPI Syahroni meminta kader-kader pertanian berkelanjutan ini untuk mempraktekan dan mengajarkan pengetahuan pertanian berkelanjutan di wilayahnya masing-masing. “Sistem pertanian berkelanjutan merupakan suatu sistem yang mundur akan tetapi untuk kemajuan, karena menerapkan sistem tradisonal yang telah lama dikembangkan untuk melepas ketergantungan kepada perusahaan besar penghasil input pertanian,” tutur Roni disela-sela sambutannya.

Lebih jauh lagi Roni berpesan para kader bisa mengembangkan, memberikan contoh dan memparaktekan keterampilan yang didapatkan selama menjalankan pendidikan pertanian berkelanjutan, dengan demikiam kader SPI memiliki jawaban yang nyata atas permasalahan yang dialami kaum tani di Indonesia, antara lain semakin mahalnya harga pupuk dan langka ketika musim tanam tiba, bibit yang tidak memenuhi standar mengakibatkan hasil panen tidak memuaskan, serta hasil pertanian yang sangat murah sehingga tidak menutup biaya produksi. Karena dengan sistem pertanian berkelanjutan, petani tidak harus lagi membeli pupuk, obat-obatan, dan benih. Selain itu, untuk jangka panjang pertanian berkelanjutan sangat menguntungkan petani dan konsumen pada umumnya karena lingkungan hidup relatif lebih terjaga dan produk yang dihasilkan lebih sehat.

“Semoga kader pertanian berkelanjutan SPI angkatan kedua dapat mengaplikasikan teori dan praktek pertanian berkelanjutan,” ujar Titis Priyo Widodo Kepala Sekolah Lapang Pertanian Berkelanjutan. Titis optimis kader pertanian berkelanjutan angkatan kedua dapat mendirikan Demonstrasi Plot (Demplot) untuk kemajuan dan kesejahteraan kader-kader SPI di wilayah seperti yang telah dilakukan kader pertanian berkelanjutan angkatan pertama.

ARTIKEL TERKAIT
#EndWTO: 5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO #EndWTO: 5 Alasan Rakyat Menolak KTM 10 WTO
WTO perparah krisis pangan, energi dan iklim WTO perparah krisis pangan, energi dan iklim
ADB Penyebab Krisis Pangan, Perburuk Konflik Agraria dan Hancurkan Alternatif Lokal dan Nasional ADB Penyebab Krisis Pangan, Perburuk Konflik Agraria dan Han...
Petani Korea menuntut stabilitas harga beras Petani Korea menuntut stabilitas harga beras
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU