SPI Padang Lawas Lestarikan Budaya Marsialapari

MARSIALAPARI

PADANG LAWAS. Petani anggota Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Padang Lawas, Sumatera melestarikan budaya Marsialapari.

Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Padang Lawas Henri Chandra Hasibuan menyampaikan budaya marsialapari adalah budaya khas suku Mandailing, salah satu suku khas di Sumatera Utara.

“Marsialapari bisa diartikan bergotongroyong secara bergantian. Misalnya hari ini ramai-ramai gotongroyong di sawahku, di ladangku, nah besoknya aku dan kawan-kawan petani lainnya gantian bergotongroyong mengerjakan sawah atau ladang teman petani lainnya,” kata Chandra di tempat tinggal di Desa Pasir Jae, Kecamatan Sosa, sore ini (12/02).

Chandra melanjutkan, marsialapari ini berusaha untuk terus dilestarikan dan dilakukan oleh petani-petani SPI di desanya.

“Di tengah zaman sekarang yang katanya semakin modern budaya ini wajib terus dipraktekkan, demi mempererat persatuan dan kesatuan, menyambung silaturrahmi antara sesama petani,” tuturnya.

MARSIALAPARI

“Marsialapari ini bukan hanya berlaku saat panen, bisa juga saat buka lahan, masa tanam, yang penting gotongroyong dan dilakukan secara bergantian bersama-sama. Ini juga bisa cukup efisien baik waktu, tenaga, dan biaya.” sambungnya.

Hal senada disampaikan Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Sumatera Utara Zubaidah. Ia menuturkan, marsialapari adalah salah satu kearifan lokal yang menitikberatkan pada interaksi antara manusia, antara petani dengan petani.

“Dengan menggiatkan marsialapari kita pun optimis kalau kedaulatan pangan bisa diwujudkan, tolak impor beras,” tutupnya.

ARTIKEL TERKAIT
Muscab SPI Gunungkidul : Ijo Royo-Royo Gemah Ripah Loh Jinawi Muscab SPI Gunungkidul : Ijo Royo-Royo Gemah Ripah Loh Jinaw...
Penduduk Desa Masih Lebih Miskin Daripada Penduduk Kota
Wagimin: Petani Selalu Dihitung, tetapi Tidak Pernah Diperhi...
Pelatihan Pertanian Berkelanjutan Petani Perempuan
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU