SPI Sukabumi Rayakan #17thSPI dengan Buka Puasa Bersama di Lahan Perjuangan

buka_bersama_SPI_Sukabumi

SUKABUMI. Ratusan petani anggota Dewan Pengurus Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi merayakan peringatan hari ulang tahun SPI ke-17 #17thSPI di lahan perjuangan di Desa Sirna Jaya, Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi, Jawa Barat, kemarin (07/07).

Ketua Badan Pelaksana Wilayah (BPW) SPI Jawa Barat Tantan Sutandi mengungkapkan, kehadiran SPI di Sukabumi, khususnya Kecamatan Warung Kiara, telah mampu memberi perubahan bagi kehidupan petani.

“Tema ulang tahun SPI ke-17 adalah¬†Gelorakan Perjuangan Pembaruan Agraria dan Kedaulatan Pangan untuk Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, semoga ke depannya SPI mampu terus berada di rel perjuangannya yang menomorsatukan petani kecil di Indonesia,” kata Tantan.

Hal senada dituturkan Engkos, Ketua Badan Pelaksana Cabang (BPC) SPI Sukabumi. Ia menyampaikan, acara perayaan peringatan ulang tahun SPI ke-17 ini sengaja dilaksanakan di atas lahan perjuangan.

“Lahan perjuangan ini luasnya sekitar 380 hektar, dari sekitar 731 hektar sisa HGU. Ada sekitar 1.040 keluarga yang menyandarkan hidup mereka pada pertanian di lahan ini. Seluas 80 hektar di antaranya ditanami padi, 200 hektar untuk tanaman singkong, serta sisanya berupa tanaman palawija dan kacang-kacangan,” papar Engkos.

Engkos juga menambahkan, seluruh makanan yang disajikan dalam acara buka puasa bersama ini berasal dari hasil tani petani SPI.

“Alhamdulillah, masyarakat di sekitar sini sudah semakin berdaulat pangannya,” tambah Engkos.

Sementara itu, menurut Bupati Kabupaten H. Sukma Wijaya yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian SPI, khususnya di Kecamatan Warung Kiara, Sukabumi.

“Petani disini telah membangun kehidupan. Oleh karena itu saya siap siap merekomendasikan tanah eks HGU lainnya untuk diolah petani¬†menjadi produktif,” tuturnya.

bukber sukabumi3

Selain Bupati Sukabumi, acara ini juga dihadiri Kabag Pertanahan BPN Sukabumi, Kadis Perhutanan dan Perkebunan, Muspika Kecamatan Warungkiara, serta gerakan masyarakat sosial lainnya seperti GMNI, Fraksi Rakyat, HMI, KAHMI, IMM, HIMASI, dan lainnya