20 Tahun SPI: Ucapan Selamat Mulai dari Mahasiswa, Hingga Pimpinan Media

LOGO 20 TAHUN SPI_resize web

JAKARTA. Serikat Petani Indonesia (SPI) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-20 pada 8 Juli 2018. Bersamaan dengan ini, ucapan selamat dating beragam pihak, mulai dari mahasiswa, pimpinan media nasional, pejabat publik dan lainnya.

Usman Kansong, Direktur Pemberitaan Media Indonesia mengucapkan, SPI hadir untuk mengurus pertanian dan petani Indonesia yang mestinya diurus negara yang justru sering absen mengurusnya.

“Teruslah mengurus dan menggerakkan petani dan pertanian Indonesia,” katanya.

Drs. H. Abdul Mun’im DZ, Wasekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mengucapkan selamat kepada SPI yang sudah 20 tahun konsisten mendampingi para petani, membela hak petani, meningkatkan kualitas produksi, mendistribusikan hasil panen petani sehingga petani betul-betul merasa terlindungi.

“Kami berharap ke depan SPI semakin konsisten dan serius dalam membela kepentingan petani,” ungkapnya.

Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Presiden Joko Widodo Bidang Ekonomi, berharap agar di ulang tahunnya yang ke-20 SPI semakin mendorong dan membangun kedaulatan ekonomi petani melalui koperasi.

“Semoga SPI semakin nyaring menyuarakan kepentingan-kepentingan petani Indonesia,” imbuhnya.

Fandy Ahmad, Manajer Minum Kopi Medan menyampaikan, semoga SPI tetap konsisten dalam memperjuangkan kemaslahatan petani di Indonesia khususnya dalam menciptakan ekonomi kerakyatan untuk keadilan sosial.

“Selamat ulang tahun SPI yang ke-20. Petani harus berkoperasi untuk melawan neoliberalisme,” tegasnya.

Budi Laksana, Sekretaris Nasional Serikat Nelayan Indonesia (SNI) mengucapkan, selamat ulang tahun SPI ke-20, laksanakan terus reforma agraria sejati.

Dewek Sapta Anugrah, Sekretaris DPD GMNI Jawa Barat mengucapkan semoga SPI tetap solid, konsisten, dan militan dalam memperjuangkan hak-hak asasi petani.

“Semoga SPI tetap konsisten mengawal tegaknya reforma agraria sejati sesuai cita-cita proklamasi 17 Agustus. Menanglah kaum tani Indonesia, jayalah SPI,” katanya.

HS Dillon, Ahli Ekonomi Politik dan Mantan Utusan Khusus Presiden Untuk Pengentasan Kemiskinan Periode 2010 – 2014 menyampaikan, satu-satunya organisasi petani yang konsisten memperjuangkan petani itu SPI. Hal ini menjadi semakin komplek karena dengan semakin berkembangnya neoliberalisme petani semakin dipinggirkan.

“Harus ada kekuatan untuk mengartikulasikan kepentingan petani dengan kemampuan organisasi, lobi, substansi perjuangannya. Jadi penting sekali agar SPI ini maju terus di masa mendatang,” tuturnya.

Muhammad Nuruddin, Sekjen Aliansi Petani Indonesia (API) menyampaikan API siap bersama-sama SPI berjuang untuk mewujudkan pembaruan agraria sejati, kedaulatan pangan, demi keejahteraan kaum tani Indonesia.

“Hidup petani, Hidup petani, Hidup petani,” tutupnya.