Aksi Petani India Tolak Tanaman Rekayasa Genetika

SHAHABAD (KURUKSHETRA). Ratusan petani India yang tergabung dalam BKU (Bharatiya Kisan Union-anggota La Via Campesina, Gerakan Petani Internasional) melakukan aksi menolak jagung GMO (Genetically Modified Organic-rekayasa genetik) Monsanto di Kurukshetra (18/10). Dalam aksi tersebut ratusan petani membawa spanduk bertuliskan “Monsanto GM corn Quit India“.

Dalam aksi tersebut para petani mendesak Universitas Pertanian Negeri Choudhary Charan Singh Haryana (CCHAU) untuk memusnahkan jagung hasil percobaan GMO di di stasiun riset publik mereka. Walaupun demikian, petani mendapat kabar bahwa pejabat Monsanto tertangkap mencoba untuk menyelinapkan keluar jagung GM dari stasiun penelitian dengan dukungan dari staf Universitas. Petani pun kemudian memaksa otoritas Universitas untuk memenuhi janji mereka dan membakar jagung hasil uji coba lapangan lengkap.

Bulan lalu, petani dan para aktivis dari Koalisi India Tolak GMO telah bertemu dengan Menteri Pertanian Paramvir Singh untuk menunjukkan penolakan terhadap GMO, apalagi dengan keterlibatan universitas yang telah menjadi tempat eksperimen untuk teknologi berisiko GMO dari Monsanto. Dalam pertemuan tersebut mereka juga meminta larangan uji coba lapangan GMO di setiap negara bagian India.

“Sebulan telah berlalu sejak pertemuan kami dengan Menteri Pertanian, tetapi pemerintah tidak memihak dan mendengarkan tuntutan kami. Jadi saat ini tanggung jawab berada di tangan kami para petani,” ungkap Singh Gurnam, Ketua BKU negara bagian Haryana.

Aksi petani India ini juga mengikuti rekomendasi terbaru yang dikeluarkan oleh Mahkamah Agung India. Rekomendasi ini mengharuskan moratorium selama 10 tahun pada semua uji coba tanaman GMO di India.

Perlawanan publik India terhadap GMO semakin meluas semenjak semakin banyak bukti-bukti ilmiah yang berkembang dan menunjukkan dampak negatif GMO pada kesehatan manusia dan lingkungan.

Selain itu, juga terdapat kekhawatiran penguasaan dan monopoli benih oleh perusahaan-perusahaan benih multinasional. Hal ini sudah terbukti di India dengan tanaman kapas GMO yang dibudidayakan secara komersial, yang dikenal dengan nama Bt Cotton. Saat ini, Monsanto mengontrol lebih dari 90% luasan budidaya kapas di India yang mengakibatkan hilangnya varietas kapas lokal.

 

 

ARTIKEL TERKAIT
Laporan Pelanggaran Hak Asasi Petani 2011: Tahun Penuh Luka ...
Pusat perbenihan SPI kembangkan benih lokal Pusat perbenihan SPI kembangkan benih lokal
Aksi SPI Batahan, Tuntut Penyelesaian Konflik Lahan Transmig...
Kader pertanian berkelanjutan SPI dirikan demplot di Bantul
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU