Aksi SPI Kabupaten Kuningan Menyikapi Pilpres

100_4056Aksi massa Serikat Petani Indonesia (SPI) di Kuningan dilaksanakan tanggal 22 Juni 2009 bekerja sama dengan Barisan Rakyat Kuningan (Barak). Peserta aksi berkumpul pada jam 08.30 di lokasi yang telah ditentukan, yaitu di bundaran jalan baru Cijoho. Jam 09.20, 1200 massa peserta aksi yang berasal dari sekitar 32 basis SPI di Kabupaten Kuningan telah berkumpul dan siap berangkat menuju gedung DPRD Kabupaten Kuningan di Ancaran. Massa aksi yang terdiri dari para petani baik perempuan dan laki-laki, menuju gedung DPRD dengan menggunakan puluhan kendaraan bak terbuka.

Pukul 09.40, massa tiba di depan gedung DPRD yang telah dijaga puluhan anggota kepolisian. Massa SPI membentuk barisan menghadap gedung dan memulai aksi damai tersebut dengan beberapa orasi, di antaranya orasi dari Nana Rusdiana (anggota DPRD Kuningan terpilih 2009-2014), Agus Ruli Ardiansyah dari DPP SPI, dan orasi dari Pa Ero, seorang petani dari desa Ciloa, Kab. Kuningan. Dalam orasinya Agus Ruli Ardiansyah menyampaikan himbauan untuk tidak memilih capres dan cawapres yang mengusung agenda neoliberalisme. Sesuai dengan amanat UUD 1945, seluruh rakyat Indonesia termasuk petani harus hidup sejahtera. Untuk itu, pemerintah daerah harus peduli dan berusaha mensejahterakan petani. Agar bisa mendorong tercapainya kesejahteraan tersebut, petaniĀ  harus bersatu dan berorganisasi. Petani harus bisa mendorong pemerintah daerah untuk melaksanakan praktek-praktek ekonomi yang pro-rakyat dan tidak mementingkan para pamilik modal.

Selanjutnya, 5 orang perwakilan dari SPI dan Barak diterima oleh ketua DPRD Kuningan, Yudi Budiana dan 9 orang anggota DPRD dari komisi B dan A, serta dari Pansus master plan. Nana Rusdiana dari Barak menyampaikan berbagai aspirasi dan tuntutan terkait masalah-masalah lokal di Kuningan, di antaranya mengenai rencana Pemda memberi izin untuk pembukaan Carrefour di Kuningan. Menurut Nana, hal itu menunjukkan keberpihakan pemerintah kepada kaum pemodal dan bukan pada petani dan rakyat kecil. Agus Ruli Ardiansyah sebagai perwakilan dari DPP SPI, menyampaikan mengenai kegagalan pemerintahan SBY-JK dalam memenuhi janji-janji kampanyenya pada petani, terutama tentang janji untuk mewujudkan pembaruan agraria. Agus Ruli Ardiansyah juga menyampaikan bahwa petani harus mendapatkan subsidi baik itu pupuk, benih dan subsidi-subsidi lainnya yang memang tersedia untuk petani. Program-program dari Departemen Pertanian harus bisa dinikmati oleh semua petani, terutama petani kecil, baik yang tergabung dalam gapoktan ataupun yang memiliki kelompok tani sendiri seperti basis-basis SPI. Selanjutnya ARA menegaskan pentingnya membangun kemandirian petani, di antaranya dengan memberikan pengetahuan tentang berbagai teknologi pertanian seperti cara membuat pupuk organik dan cara membuat obat-obatan pembasmi hama dari bahan yang mudah didapat dan murah. Audiensi ini diakhiri dengan penyerahan dokumen Evaluasi Kebijakan Pertanian Pemerintahan SBY-JK Tahun 2004-2009 kepada ketua DPRD.

Aksi dilanjutkan ke kantor Bupati Kuningan di Jl. Siliwangi. Massa berkumpul di depan pendopo Kuningan dan kembali disampaikan orasi-orasi. Pada pukul 11.45, perwakilan SPI dan Barak diterima untuk audiensi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan dan beberapa pejabat Pemda Kuningan.

Secara umum tuntutan yang disampaikan sama dengan yang disampaikan di DPRD. Sebagai tambahan, Nana Rusdiana menekankan tentang perlunya menjaga netralitas pejabat pemda Kuningan dalam kampanye pilpres. Agus Ruli Ardiansyah menekankan kepada Pemda mengenai perlunya membangun kemandirian petani dan untuk mengkongkritkan praktek-praktek ekonomi kerakyatan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan. Dialog ini juga ditutup dengan penyerahan dokumen SPI tentang Evaluasi Kebijakan Pertanian Pemerintahan SBY-JK Tahun 2004-2009 kepada Sekretaris Daerah, untuk disampaikan kepada Bupati.

ARTIKEL TERKAIT
15 Ribuan Petani Rayakan Deklarasi SPI Bengkulu
Puasa, Pangan dan Kesejahteraan Petani
Henry Saragih Ingin Amandemen Undang-Undangnya, Petani Korea Undang SPI
Berita Foto: Aksi Bersama 12 Januari, Menuntut Pelaksanaan Reforma Agraria Sejati Berita Foto: Aksi Bersama 12 Januari, Menuntut Pelaksanaan R...
BERIKAN KOMENTAR ...

INFO TERBARU